RSS

Petrus Sugito, Pelestari Durian Menoreh

24 Mar

Yoga Putra [ kompas.com  Sabtu, 7 Februari 2009 | 00:10 WIB ] Pertengahan 1986 Petrus Sugito bertanya kepada seorang penjual buah, durian apa yang paling enak. Tak diduga, si penjual buah menyebut durian menoreh dari Kulon Progo. Jawaban sederhana itu justru membuatnya terperangah.

Gito, panggilannya, benar- benar tidak tahu bahwa ada jenis durian menoreh. Bahkan, itulah kali pertama dia mendengar nama durian menoreh. Padahal, dia adalah putra asli Kulon Progo.

Dia lahir dan besar di daerah Perbukitan Menoreh, lokasi penghasil jenis durian tersebut, tepatnya di Dusun Promasan, Desa Banjaroyo, Kecamatan Kalibawang, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Gito lalu bercerita, percakapan singkatnya dengan si penjual buah puluhan tahun lalu itu telah menumbuhkan rasa penasaran dia terhadap durian menoreh. Ia juga mendapatkan informasi tambahan bahwa jenis durian itu amat langka di pasar karena masih tumbuh liar di hutan.

“Saya pikir, wah, durian menoreh adalah peluang bisnis yang potensial. Rasanya enak dan banyak diminati orang. Berarti durian tersebut harus bisa dibudidayakan,” tutur bapak tiga anak itu.

Berbekal keingintahuan yang besar, Gito yang dahulu bekerja sebagai petani ladang mulai gencar berburu durian menoreh. Ia memulai petualangannya pada awal tahun 1987.

Ditemani Ruwet Subiyanti, istrinya, ia kemudian merambah setiap sudut wilayah Kecamatan Kulon Progo yang berada di sekitar Perbukitan Menoreh, mulai dari Girimulyo, Kokap, Kalibawang, Samigaluh, Pengasih, sampai ke Nanggulan.

Lebih dari 700 buah durian masuk ke perutnya selama dua tahun masa perburuan. Dengan hanya mengandalkan ketajaman indra pengecapan dan penciuman, Gito berhasil menemukan tiga jenis durian menoreh yang paling enak. Ketiganya berasal dari Dusun Promasan dan Dusun Slanden di Desa Banjaroyo.

Tak berhenti sampai di situ, Gito lalu menanam biji durian menoreh di halaman rumah. Ia juga meminta potongan mata tunas di batang pohon indukan yang sudah tumbuh besar milik warga setempat, antara lain Noto Priyo, Sukidal, dan Kasiyatun.

“Pohon durian milik Noto Priyo itu daging buahnya tebal, sedangkan daging buah durian punya Sukidal warnanya kuning. Kalau daging buah durian milik Bu Kasiyatun warnanya jingga,” cerita Gito seraya memerinci keunggulan dari masing-masing pohon durian indukan itu.

Akan tetapi, menanam durian ternyata bukan perkara mudah. Dari 80 biji yang dia tanam, hanya enam yang bisa tumbuh. Setelah berusia dua minggu, pohon-pohon muda itu lalu disambung dengan mata tunas dari pohon indukan. Itu pun masih kerap gagal.

“Pokoknya, setelah mencoba tiga kali menanam biji dan menempelkan mata tunas, saya baru berhasil menumbuhkan 15 tanaman,” kata anggota Kelompok Tani Mamprih Subur itu.

Titik terang

Jerih payah Gito menemukan titik terang sekitar tahun 2000. Kabar keunggulan durian menoreh yang ia budidayakan tersiar ke mana-mana, termasuk ke telinga para pejabat Pemerintah Kabupaten Kulon Progo.

Dinas Pertanian dan Kehutanan Kulon Progo lalu meneliti durian menoreh dan mengusulkannya sebagai varietas durian unggul nasional. Usulan ini direspons pemerintah pusat.

Puncaknya, pada 8 Mei 2007 Menteri Pertanian menerbitkan surat keputusan yang isinya menyatakan, durian varietas menoreh kuning dan jambon (jingga) sebagai varietas unggulan nasional.

Durian menoreh dinilai unggul karena memiliki warna daging buah jingga dan kuning cerah, aromanya tajam, rasa manis, dan ukuran buahnya relatif besar. Lebih khas lagi, daging buah durian menoreh tebal, tak berserat, dan kesat. Daging buahnya mudah dipisahkan dari biji.

“Wah, saat itu saya bangga bukan main. Tidak sia-sia kerja saya selama 20 tahun, durian ndeso Kulon Progo bisa naik pamor ke tingkat nasional,” ujarnya.

Sejak itu Gito tak lagi menghabiskan waktu di ladang, ia merawat pohon-pohon durian. Belakangan ia sering berkeliling Kulon Progo dan kabupaten lain di DI Yogyakarta dan Jawa Tengah, bahkan hingga Thailand, berbagi ilmu menanam durian.

Gito juga membuka lapangan kerja baru di dusunnya. Tak kurang dari 50 warga, baik petani maupun bukan, dia libatkan dalam proses budidaya durian menoreh. Ada yang bertugas merawat bibit, menyemai benih, mengisi tanah ke dalam kantung plastik (polybag), dan sebagainya.

Setelah berusia 6-8 bulan, bibit durian menoreh siap dijual. Harganya mulai Rp 7.500 sampai Rp 35.000 per batang tergantung kualitasnya. Selama dua tahun terakhir, Gito menghasilkan 2.000 batang.

Modal koperasi

Peminat bibit durian menoreh cukup banyak, mulai dari warga DI Yogyakarta, Jawa Tengah, hingga Sumatera. Pembeli ditanggung tak akan kecewa karena bibit itu bersertifikat.

“Uang hasil penjualan bibit kami gunakan untuk modal koperasi yang juga akan kembali ke anggota dan warga sekitar. Kami tidak mengenal sistem penggajian,” tuturnya.

Meski sudah berhasil meraih pencapaian relatif besar, Gito tetap gelisah. Ia jengah dengan serbuan durian impor jenis monthong dari Thailand ke Indonesia.

“Ingin rasanya membuat para penggemar durian di Tanah Air berpaling ke durian menoreh,” katanya.

Sayangnya, durian menoreh hanya bisa hidup di daerah perbukitan dengan ketinggian lebih dari 1.000 meter di atas permukaan laut. Padahal, budidaya durian skala besar di atas bukit amat sulit lantaran luas hamparan lahan terbatas.

“Durian menoreh juga lambat berproduksi. Setelah enam tahun baru berbuah. Pohonnya tinggi-tinggi. Jadi petani sering sulit memanennya,” katanya.

Untuk menyiasatinya, Gito mengatur penyiraman dan pemberian pupuknya. Tanah di sekitar pohon tak boleh terlalu basah atau terlalu kering sebab tanaman bisa mati. Langkah lainnya adalah dengan memangkas pohon secara teratur agar buah durian mudah dipetik.

Saat musim berbuah yang berlangsung November hingga Februari, dari satu pohon durian bisa menghasilkan 50-100 buah. Harga jualnya Rp 25.000 hingga Rp 40.000 per buah. Dari hasil penjualan durian tersebut, para petani dapat meningkatkan taraf ekonomi rumah tangganya.

“Sudah bukan zamannya lagi petani hidup sengsara. Apalagi petani yang tinggal di daerah terpencil seperti saya. Kalau mau berusaha, petani juga bisa sejahtera,” kata Gito.

Ia bangga upaya yang berawal dari pekarangan rumah itu belakangan ini telah berkembang sedemikian rupa. Bibit durian menoreh kini bisa dijumpai dengan mudah nyaris di sepanjang jalan masuk Dusun Promasan.


Biodata

Nama: Petrus Sugito

Lahir: Kalibawang, Kulon Progo, DI Yogyakarta, 19 Oktober 1956

Istri: Ruwet Subiyanti (49)

Anak:

- Ida (24),

- Kristianto (21),

- Tri Cahyono (11)

Aktivitas:

- Petani durian menoreh

- Anggota Kelompok Tani Mamprih Subur

Pendidikan:

- SD Negeri Promasan, 1963-1969

- Kursus Pertanian Tanaman Tani, 1981

About these ads
 
8 Komentar

Ditulis oleh pada Maret 24, 2009 in S O S O K

 

Tag: , , ,

8 responses to “Petrus Sugito, Pelestari Durian Menoreh

  1. santoso

    April 6, 2009 at 9:22 am

    Wah salut ya buat Mas Petrus,tapi gimana ya caranya kalau saya pengen menghubungi Beliau,ada yang tahu no hapenya nggak / salam kenal,saya pecinta tani Indonesia,kalau ada yang tahu mohon bisa sms saya,santoso nugroho,081536770174 atau email santoso9481@yahoo.com,maturnuwun

     
  2. alas_sentono

    April 21, 2009 at 11:46 am

    mau menambahkan, sebenarnya alamat dari pak sugito adalah dusun kajoran desa banjaroya kecamatan kalibawang, kulon progo DI Yogyakarta..dusun promasan adalah dusun dekta dengan kajoran tersebut.apabila mau menghubungi, sangat mudah karena terletak berdekatan dengan tempat peziarahan umat katholik yaitu gua maria sendangsono..

    matur nuwun..

     
  3. Petrus Sugito ( Pak Gito)

    April 27, 2009 at 7:39 am

    Saya sebagai pelestari durian menoreh kuning Pak Gito, memberikan alamat kontak yang bisa digunakan untuk menghubungi saya sbb:
    Kontak:
    1. HP: 0819 3776 7495 /0812 2729 9555
    2. e-mail: gitodm@gmail.com

    Trims ………!
    Selamat datang.

     
  4. Awaluddin N

    Juni 25, 2009 at 10:35 am

    Pak Petrus, sungguh beruntung saya selama 3 tahun kedepan ini saya akan mengabdi di kelurahan bapak. Di Banjaroya Kalibawang Kulonprogo. Semoga dalam kurun waktu tersebut saya dapat belajar banyak dengan bapak. Terimakasih, mohon bimbingannya.

     
  5. Pak Gt benih durian Menoreh Kuning

    November 1, 2010 at 1:39 pm

    Mat jumpa pak Awaludin N, saya senang bapak tertarik dengan durian yang saya budidaya ini. saya juga sangat mengharapkan bantuan bapak nantinnya kalua sudah sampai ke gubuk usaha saya. karena di sana banyak hal yang harus diperbaiki. terlebih jalan yang masih tanah. kalau hujan sangat licin. Maka hati2 kalau ke rumah ya pak. Saya juga masih mengalami keterbatasan dalam pendanaan usaha. Ada banyak permintaan dari pengusaha untuk kebutuhan benih. tapi saya belum mampu memenuhinnya. karena dalam memproduksi benih unggul ini membutuhkan modal awal yang lumayan besar untuk tenaga, pemeliharaan dan perawatan untuk samapi pada produksi benih yang banyak dan berkualitas. maka siapa saya yang tergerak hatinya untuk membantu pendanaan awal produksi saya terima dengan penuh rasa terima kasih. dana yang yabg sangat mendesak adalah uang untuk akhir tahun ini, karena harus menyiapkan media dan pupuk. ok. saya tunggu… ! Pak Gito(pembdidaya durian menoreh) 081313888479/081937767495/ 0274-8399744

     
  6. demianus slamet

    November 9, 2010 at 1:45 pm

    pak petrus saya adalah pengelola durian montong didaerah serang -banten. lahan durian itu dibeli jadi tapi sdh 3 tahun ini belum menghasilkan buah yang bisa bernilai bisnis.langkah apa yang harus saya lakukan agar dapat sukses seperti bapak. apakah saya hrs ketemu bapak atau bapak yang datang ke lokasi kami. kalau ke serang apa kontribusi kami untuk itu, berapa yang harus saya bayar ke bpk. terima kasih mohon balasannya.

     
  7. Pak Gito

    Januari 30, 2011 at 8:09 pm

    Buat Pak Demianus slamet. Ya menurut pendapat saya, durian montong yang bapak tanam belum berbuah mungkin disebabkan oleh beberapa faktor. Tetapi saya ,mengusulkan kalu bapak mua coba untuk membuahkannya dengan memberikan hormon pada setiap ohon durian yang bapak miliki dengan cara menyemprotkan disertai dengan menyincinnya. kalau bapak berminat saya memiliki obatnya namanya GH (generatif Hormon) dengan harga yang terjangkau. Saya dan teman-teman sudah mencoba, 99 % dari pengalaman durian yang belum pernah berbuah pada akhirnya berbuah.

    Untuk keterangan lebih lanjut silahkan hubungi:
    Kontak: 0274 7004879/ 081313888479

    Pembudidaya durian Menoreh
    Pak Gito.

    Semoga bermanfaat

     
  8. Durian menoreh

    Juli 12, 2011 at 1:20 pm

    Masa Diskon Telah selesai ………….

    Penawaran Diskon 25-35% segala Jenis Tanaman Buah
    Info Hangat … ! Diskon 25-35%

    Pada Kesempatan ini Kami dari Pembudidaya Durian Menoreh Kuning dan Jambon,
    Memberikan Penawaran Menarik untuk Para Penggemar Durian dan Segala Jenis Tanaman Hortikultura.

    Kami memberikan diskon 25%-35% …

    Untuk pembelian Segala Jenis tanaman: Durian Menoreh Kuning dan Jambon serta Varietas Horti lainnya (Belimbing dewi,Dondong Mini, Durian Montong, Durian Petruk, Durian Sitokong, Jambu Citra, Jambu Kancing, Jambu Sukun Merah, Jambu Austalia, Jeruk Nipis, Jeruk Siam, Klengkeng Aroma Durian, Klengkeng Itoh(cocok di daratan tinggi), Klengkeng Diamon River, Klengkeng Kristalin, Klengkeng Pimpong, Mangga Arum Manis, Mangga Mana lagi, Nangka Merah, Pendaka, Nangkada, Pete, Sawo Jumbo, Sawo Manila(Pot), sawo kecik, Rambutan Kelengkeng, Srikaya Jumbo, Sirsat Madu/Raja(besar dan Manis), Sukun, dll.

    Waktu Diskon 25% 35%: 10 Juni – 10 Juli 2011.

    Pesan Segera … !
    Di M-SEED: Pusat Tanaman Buah Hortikultura

    PUSAT TUNGGAL Budidaya “Durian Menoreh Kuning dan Jambon” Varietas Durian Lokal RI Terbaru Unggul Nasional, SK Menteri Pertanian: 8 Mei 2007,No. 316/317/kpts/SR.120/5/2007, DAN TANAMAN HORTIKULTURA UNGGUL Nasional,

    Kontak: 0274-7004879/ 081313888479 (M-Seed) D.I. Yogyakarta.

    E-mail:menorehseed@gmail.com

    http://durianmenoreh.blogspot.com/

    Semoga Berterima …

     

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 353 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: