RSS

Peluang Investasi Orang Kota, Peluang Usaha Orang Desa

16 Sep

[ kompas.com  Minggu, 13 September 2009] Banyak peluang usaha yang berserakan di sekitar kita. Cerita tentang limbah jadi harta melimpah sudah banyak kita dengar. Tetapi dari sekian banyak potensi itu tulisan ini akan bicara tentang potensi luar biasa dari kelinci. Jangan dibayangkan kelinci yang dimaksud adalah kelinci kampung yang kurus-kurus dan hidup dipelihara petani secara tradisional, melainkan kelinci jenis impor yang memiliki beragam jenis tubuh; mulai yang kerdil (berbobot 7 ons) hingga kelinci jumbo (berbobot 6-8 Kg). Sekarang ini di Indonesia sudah banyak ragam jenis kelinci asing yang berkembang. Sebagian untuk piaraan (hobies) sebagaian untuk tujuan penghasil daging berkualitas.

Saking dahsyatnya potensi usaha kelinci, tak heran kalau kemudian buku ini secara khusus membicarakan perihal Investasi, Bisnis, Marketing dan Pemberdayaan. Buku setebal 188 halaman ditulis secara akurat dan detail tentang seluk beluk usaha kelinci. Dalam buku ini disebutkan, populasi kelinci dalam setiap dua bulan sekali kelahiran mampu menghasilkan 6-8 ekor. Kelinci umur 1 bulan menghasilkan 1 kg daging berkualitas dibanding daging hewan lain.

Daging kelinci memiliki kandungan proteinnya tinggi (25 %), rendah lemak (4%), dan kadar kolesterol daging juga rendah yaitu 1,39 g/kg. Kandungan lemak kelinci hanya 8%, sedangkan daging ayam, sapi, domba, dan babi masing-masing 12%, 24%, 14%, dan 21%. Kadar kolesterolnya sekitar 164 mg/100 gram daging, sedangkan ayam, sapi, domba, dan babi berkisar 220—250 mg/100 gram daging.

Maka, dengan cukup memelihara 2 ekor kelinci betina dan 1 ekor kelinci pejantan, sebuah keluarga dengan 5 penghuni sudah lebih cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar gizi. Karena itulah tak heran jika kelinci bisa menjadi solusi untuk melawan gizi buruk bangsa Indonesia .

Potensi daging kelinci dengan harga Rp 20.000 per Kg adalah harga ideal. Dengan harga itu kelinci meninggalkan penghasilan jauh dari ternak hewan lain, seperti domba dan sapi karena populasinya yang cepat (2 bulan sekali beranak) dan biaya pakan rendah serta ramah lingkungan. Kalau hendak menegak untung luar biasa hingga mencapai 4 kali lipat dari penghasil pedaging, kita bisa beternak kelinci untuk tujuan hias,-hanya saja -memiliki resiko instabilitas pada pemasaran.  Di luar tubuhnya kelinci memiliki sejumlah aset luar biasa, pada bulu dan kotoran (pupuk organik) yang sangat berkualitas untuk menyuburkan tanaman, terutama tanaman sayuran, buah dan tanaman hias.

Marketing dan Investasi

Marketing kelinci tergolong unik karena tantangannya bukanlah persaingan, melainkan pembukaan pasar. Pasar kelinci tidak sulit.  Melalui pendekatan yang khas, buku ini membuka mata kita untuk memudahkan meraih peluang pasar. Pasar bisa dibuka di mana saja, dengan mudah dan murah. Trik-trik dagang modern yang manusiawi dijelaskan secara baik dan detail dalam buku ini.

Memang tidak semua orang bisa melakuan ternak kelinci. Solusinya adalah investasi bagi hasil kepada peternak handal. Investasi kelinci bisa dilakukan dengan modal kecil dan besar. Atau jika hendak memakai paradigma pemberdayaan, para investor dengan modal Rp 700.000.  ternak kelinci sangat cocok untuk penguatan ekonomi rakyat. Seandainya kita hendak mengembangkan secara massal, bisa dilakukan kepada para petani di desa. Ini adalah peluang bisnis sekaligus investasi sosial bagi orang kota untuk memajukan perekonomian petani atau kaum santri di desa-desa.

Kandang kelinci bisa dibuat sendiri dari bahan setempat atau barang-barang sisa. Ukuran kandang untuk masing-masing bibit kelinci cukup 70 X 100 cm. Untuk tiap kelompok anak kelinci dari induk cukup 70 X 70  cm.  Jelaslah di sini, pekarangan yang diperlukan tidaklah besar.

Kalau sudah demikian potensial mengapa belum banyak yang ternak kelinci?

Buku ini memberikan jawaban, bahwa masyarakat kita sudah jauh dari “ideologi” beternak maupun bertani. Kebanyakan orang sudah bosan menyandang predikat petani/peternak. Kedua, tidak memiliki lahan dan sarana pendukung, seperti pasokan rumput, pengelolaan pakan dan lain sebagainya. Masalah pertama adalah faktor budaya. Ini adalah masalah mentalitas bangsa secara umum di mana kalangan muda kita lebih dengan gaji pragmatis ketimbang menjadi entrepreneur, terutama di bidang peternakan atau pertanian. Kedua, hanya soal teknis. Sangat bisa diatasi dengan mengenal seluk-beluk ternak kelinci secara mendalam.

Membuka mata lebar-lebar atas setiap potensi adalah cara terbaik bagi kita dan orang-orang di sekitar kita untuk meraih kemajuan. Buku ini sangat baik bagi siapa saja, mereka para petani desa, peternak, pelaku agribisnis dan calon investor yang berminat mengembangkan uangnya beranak pinak secepat populasi kelinci.

Judul Buku: Ternak Uang Bersama Kelinci

Penulis : Faiz Manshur

Penerbit: Nuansa Cendekia (Anggota IKAPI) Bandung Juli 2009.

Tebal: 188 halaman

Harga: Rp 36.000

Resensi buku oleh Makmun Yusuf

Makmun Yusuf. Peminat Buku-Buku Kajian Bisnis dan Marketing, tinggal di Yogyakarta

About these ads
 
8 Komentar

Ditulis oleh pada September 16, 2009 in INSPIRASI

 

Tag: , , ,

8 responses to “Peluang Investasi Orang Kota, Peluang Usaha Orang Desa

  1. Kelinci

    Oktober 2, 2009 at 11:06 am

    Good article & usefully. Thanks.

     
  2. Yudhia

    Oktober 7, 2009 at 1:23 pm

    Mas saya mau ternak kelinci yang anda maksud.Cuma ak gak tau beli bibitnya yang dari luar negeri itu dimana?Trus kalo ternak banyak tiap panen mau dikirim kemana?Apa ada pembelinya?Dan dirumah ada lahan kosong kalo cuma mau ternak 10rb ekor ada.Makasih dtunggu balasannya

     
  3. Abuy

    Oktober 14, 2009 at 2:27 pm

    Untuk ternaak kelinci ini bagus kalo secara masal. sedesa ternak kelinci. perlu ada bimbingn dri phk terkait.
    Terima ksh.

     
  4. Bejo tanjung

    Oktober 14, 2009 at 4:12 pm

    memangnya daging kelinci halal dimakan secara islami, sepertinya belum ada asosiasi mengenai daging kelinci ataupun species kelinci

     
  5. super Gratis

    Desember 3, 2009 at 11:11 am

    peluang usaha bisa apa saja yg penting jujur
    akhir-akhir ini banyak website yg scam (menipu) anda kecewa stelah join karena ternyata ebook yg dijual adalah “sampah” atau tidak sesuai dengan yg diharapkan..

    padahal anda sudah keluar uang lebih dari 200 ribu ?

    tapi sekarang tidak lagi,, telah di launchingkan sistem uangsuper.com

    anda bahkan bisa dapat uang dgn menjadi afiliasi istimewa uangsuper.com (gratis pendaftaran) hub.adminnya

    anda dibayar 1000 hingga Rp5000 untuk setiap lead yg order melalui kode link afiliasi anda.
    program ini lebih baik dari PPC
    bayangkan jika anda hanya bisa dapat 10 lead per hari maka yg anda dapat sebesar Rp50.000/hari
    lumayan kan..

    dan asyiknya untuk jadi afiliasi istimewa ini GRATISS..

    tidak hanya itu anda juga bisa download ratusan koleksi ebook yg banyak dijual di internet dgn harga sangat mahal.
    tapi di uangsuper GRATIS khusus membernya.

    langsung saja ke TKP

     
  6. purcahyo

    Januari 30, 2010 at 3:02 pm

    didesa saya kelinci banyak yg mati karena diare.ilmu yg ada dibuku2 tdk membantu.ada solusi lain

     
  7. voucher pulsa

    Juni 30, 2010 at 3:38 pm

    Terimakasih atas infonya mbah Suryo, kebetulan saya sedang mencari peluang usaha lain untuk penghasilan tambahan.ditunggu artikel yang lain

     
  8. evy

    Juli 28, 2010 at 7:51 pm

    Terima kasih atas informasi mengenai “Ternak Uang Bersama Kelinci”

    Mohon informasi lebih lanjut bagaimana dan dimana memperoleh berbagai macam bibit kelinci?
    Dan bagaimanakah detil pembibitan dan pengembangbiakanya?
    Dan bagaimanakah peluangnya di daerah kediri-nganjuk (Jatim).
    Apakah bisa membuka peluang pasar di daerah ini?
    Kalo ada yang bisa saya ajak konsultasi mengenai pengembangbiakan kelinci. mohon informasinya..

    Saya ibu rumah tangga dg seorang anak balita, yg masih bingung mau buka usaha apa.
    Membaca artikel ini, saya teringat masa kecil saat masih SD, saya pernah memelihara 3 ekor kelinci, dan tak butuh waktu lama, 3 kelinci tsb beranak pinak menjadi 30 ekor. namun hobi saya tsb terhenti krena saya harus “Mondok” di luar kota. Dan smua kelinci saya lama2 habis karena di masak setiap hari oleh ibu saya. (hiks.. jd sedih teringat nasib kelinci yg qu pelihara dg susah payah)
    Dari pengalaman semasa kecil tsb, saya merasa memiliki hoki di usaha ternak kelinci ini.
    Untuk masalah lahan,dan kandang insyaalah cukup untuk ternak kelinci dalam jumlah besar.

    Mohon info lebih lanjut..
    Terima kasih..

     

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 353 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: