Deden Gunawan – [ detiknews.com Jumat, 21/08/2009 17:34 WIB ] Jakarta - Lahan seluas lapangan bulutangkis itu kini hanya tinggal puing-puing. Dulu di lahan tersebut berdiri sebuah musala yang diberi nama An-Najat. Di musala itu KH. Abdullah memberikan pengajian kepada murid-muridnya, sejak tahun 1950-an. Lanjutkan membaca ‘Dikubur 26 Tahun Jasad Masih Utuh’
Arsip untuk Kategori 'MISTERI NUSANTARA'
[ kompas.com Selasa, 11 Agustus 2009 | 19:02 WIB ] PURBALINGGA – Candi Borobudur merupakan contoh salah urus warisan budaya baik dalam pengelolaan pelestariannya maupun pemanfaatannya sebagai objek wisata. Itulah yang menyebabkan konflik antara masyarakat sekitarnya dengan pengelola Candi Borobudur tak pernah usai. Lanjutkan membaca ‘Borobudur Contoh Salah Urus Warisan Budaya’
[ kompas.com Jumat, 1 Mei 2009 | 09:18 WIB ] JAKARTA, Pengrajin batu mulia lokal belum banyak yang melirik kerajinan batu obsidian. Pasalnya, batu hasil percepatan pendinginan lahar gunung berapi ini sering disetarakan dengan kaca biasa. Padahal, peluang ekspornya tinggi, terutama ke Eropa. Menurut Agung Yudyasmara, pemilik workshop kerajinan batu obsidian di Lombok, sebagian orang Eropa yang masih percaya klenik, meminati batu obsidian. “Di Prancis, Italia, dan Belanda batu ini dipercaya jadi salah satu jimat pengusir roh jahat yang harus ada di tiap rumah,” ujarnya. Lanjutkan membaca ‘Eropa Juga Percaya Klenik, Permintaan Batu Obsidian Tinggi’
Chris Djoka [ kompas.com Kamis, 9 Juli 2009 | 07:23 WIB ] Ritual ini biasa dilakukan setelah selesainya semua proses Lom Plai (Pesta Panen Padi) yang biasa diselenggarakan pada periode Maret hingga pertengahan April setiap tahunnya atau setelah proses ritual Naq Dung Tung atau beruah yang dalam bahasa Wehea artinya sebuah ritual pemulihan bagi orang yang telah meninggal dunia pada tahun sebelumnya. Lanjutkan membaca ‘Neaq Lom, Sebuah Prosesi Adat Anak Wehea’
Kenapa Pramoedya Menolak Wayang?
Asep Sambodja [ kompas.com Selasa, 9 Juni 2009 | 00:59 WIB ] Ada pernyataan Pramoedya Ananta Toer yang membuat saya masygul. Dalam buku Saya Ingin Lihat Semua Ini Berakhir (Depok: Komunitas Bambu, 2008), Pramoedya Ananta Toer mengatakan kepada Kees Snoek bahwa sejak berumur 17 tahun, dirinya sudah menolak wayang, karena wayang pada dasarnya hanya omong kosong belaka. Lanjutkan membaca ‘Kenapa Pramoedya Menolak Wayang?’
[ merdekanews.com Minggu, 31 Mei 2009 18:14] PENGALAMAN pertama menonton wayang kulit di perkebunan karet pada umur 8 tahun rupa-rupanya begitu membekas dalam ingatan Tamara Fielding. Cerita-cerita wayang dan kekuatan ‘magis’-nya telah mengunci kecintaan dan minat perempuan berdarah campuran Jawa-Belanda itu pada seni pedalangan. Lanjutkan membaca ‘Tamara Fielding: Menjembatani Barat dan Timur’
[koran-jakarta.com Sabtu, 14 Februari 2009 00:50 WIB ] Mohammad Ponari, 10 tahun, siswa kelas tiga SDN Balongsari, Jombang, Jawa Timur, dikenal sebagai dukun cilik. Pasiennya mencapai 40 ribu orang. Mereka antre sepanjang satu kilometer. Ada sekitar 900 petugas yang mengamankan, terdiri dari polisi, tentara, satuan polisi pamong praja, serta warga sekitar. Lanjutkan membaca ‘” Apa Beda Ponari, Dokter, dan Dukun Lain? “’
Antony Lee dan Sonya Hellen Sinombor [ kompas.com Jumat, 8 Mei 2009 | 02:23 WIB ] Setangkai bunga sedap malam tertancap di potongan batu karang, persis menghadap laut lepas, Samudra Indonesia, di Pantai Sembukan, Kecamatan Paranggupito, Kabupaten Wonogiri. Semburat sinar kuning keemasan terlihat, kala mentari mengintip dari sela batu karang, Jumat (1/5) lalu pukul 05.15. Lanjutkan membaca ‘Pesisir Pantai Selatan, Terkooptasi Mitos Ratu Kidul’
Keindahan di Puncak Borobudur
GEDE PRAMA [ koran kompas, Sabtu tgl 2 Juni 2007 ] Borobudur adalah sebuah “buku tua” yang terbuka. Banyak yang mencoba membacanya, Namun, seperti buku lain, kebenarannya jadi probabilistik ketika diolah oleh pikiran manusia. Dalam terang pemahaman seperti ini, tidak ada niat sepercik pun untuk menempatkan keping keping keindahan dalam tulisan ini sebagai satu satunya keindahan. Untuk itu, izinkan tulisan ini melaksanakan tugas probabilistiknya. Lanjutkan membaca ‘Keindahan di Puncak Borobudur’
[ kompas.com Kamis, 16 April 2009 | 01:04 WIB ] Mata pencarian utama masyarakat Sunda kuno adalah berladang. Hal itu dikemukakann Wertheim dalam bukunya, “Indonesian Society in Transition” yang membagi masyarakat Indonesia dalam tiga pola mata pencarian utama, yakni masyarakat pantai, masyarakat sawah, dan masyarakat ladang. Lanjutkan membaca ‘Di Mana Sawah Pertama di Tatar Sunda?’
Yurnaldi [ kompas.com Jumat, 24 April 2009 | 19:25 WIB ] JAKARTA, KOMPAS.com – Nasib kesenian-kesenian tradisional di sejumlah daerah bagai kerakap tumbuh di batu, hidup segan mati tak mau. Ada kesenian tradisional yang sudah sangat jarang dipentaskan dan terancam punah. Upaya revitalisasi kesenian tradisional itu pun terkendana pendanaan. Namun, bagi daerah yang peduli, kesenian tradisional tetap hidup dan berkembang sejalan dengan kemajuan zaman. Lanjutkan membaca ‘Puluhan Kesenian Tradisional Indonesia Terancam Punah’
Rival Fahmi [ news.okezone.com Rabu, 22 April 2009 - 10:07 wib ] TERNATE – Batu yang diberikan Ali dari potongan tebing di mulut gua itu rupanya menyimpan kekuatan untuk memberi kekebalan bagi pemiliknya. Untuk membuktikannya itu, Ali lantas meminta satu dari kami untuk menjadi “kelinci percobaan” ucapannya itu. Lanjutkan membaca ‘Kebal Berkat Batu Goa Tolire, dan Kemunculan Buaya Putih’






Kata Tamu