Arsip untuk Kategori 'S O S E K'

15
Sep
09

Mengapling Laut Menggusur Nelayan?

[ kompas.com  Sabtu, 12 September 2009 ] Hak pengusahaan perairan pesisir (HP3) disayang, tetapi juga ditentang. Aliansi Masyarakat Adat Nusantara atau AMAN mendesak pemerintah agar segera melaksanakan UU No 27/2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil.   Bagi mereka, UU tersebut melindungi kepentingan masyarakat adat karena mengakui hak masyarakat adat atas perairan pesisir sebagai HP3 (Deklarasi Sinar Resmi, Sukabumi, 8 Agustus 2009). Sebaliknya, Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA) justru meminta agar UU No 27/2007 dicabut karena mengapling laut dan menggusur nelayan (Kompas, 21 Agustus 2009). Lanjutkan membaca ‘Mengapling Laut Menggusur Nelayan?’

25
Jun
09

Budaya Baca Indonesia Terendah di Asia Timur

AUFRIDA WISMI WARASTRI [ kompas.com Kamis, 18 Juni 2009 | 02:59 WIB ]  SURABAYA –Budaya baca masyarakat Indonesia menempati posisi terendah dari 52 negara di kawasan Asia Timur berdasarkan data yang dilansir Organisasi Pengembangan Kerja sama Ekonomi (OECD), kata Kepala Arsip dan Perpustakaan Kota Surabaya Arini. Lanjutkan membaca ‘Budaya Baca Indonesia Terendah di Asia Timur’

01
Jun
09

Pasar Tradisional Makin Terjepit

Abdul Hakim [ kompas.com Rabu, 20 Mei 2009 | 11:46 WIB ]  Menjamurnya pasar modern, dari minimarket hingga supermarket mulai dari daerah perkotaan hingga perkampungan di Jakarta membuat kalangan pedagang pasar tradisional makin terjepit. Lanjutkan membaca ‘Pasar Tradisional Makin Terjepit’

20
Mei
09

Delman Monas Sejarahmu Kini

WISNU WIDIANTORO [ kompas.com Jumat, 15 Mei 2009 | 01:37 WIB ]  Sore itu matahari mulai condong ke ufuk barat Kota Jakarta, dan terlihat seorang dari dua pria penarik bendi bertampang kusut berlindung di bawah pohon yang bunganya mirip sakura tapi berwarna kuning. Lanjutkan membaca ‘Delman Monas Sejarahmu Kini’

16
Apr
09

Permainan Tradisi “Bentengan” dalam CD

Edy M Ya’kub [ kompas.com Jumat, 3 April 2009 | 19:12 WIB ] “Sudah 1,5 tahunan saya enggak main bentengan,” kata siswa kelas IV SDN Semolowaru II, Surabaya, Xaviee Muhammad Yanuar Martias.

Siswa berusia 11 tahun itu mengaku senang ketika sejumlah mahasiswa ITS Surabaya mendatangi sekolahnya dengan program “Bentengan Go To School” lewat CD (compact disk). Lanjutkan membaca ‘Permainan Tradisi “Bentengan” dalam CD’

15
Apr
09

Gubrak Lesung, Seni Banyumasan yang Kian Surut

M Burhanudin [ kompas.com Kamis, 2 April 2009 | 02:01 WIB ] Hari beranjak sore di Desa Plana, Kecamatan Somagede, Kabupaten Banyumas. Dari kejauhan terdengar sayup-sayup musik tetabuhan bernada ritmik mengalun rancak dari arah Sanggar Plana yang terletak tak jauh dari pinggir Sungai Serayu. Setelah Kompas mendekat, rupanya di depan sanggar sederhana beratap ilalang itu lima nenek sedang memainkan seni gubrak lesung. Lanjutkan membaca ‘Gubrak Lesung, Seni Banyumasan yang Kian Surut’

14
Apr
09

Kearifan Tradisional Masyarakat Nelayan Lindungi Laut

[ kompas.com kamis, 26 Maret 2009 | 02:24 WIB ] JAKARTA, KOMPAS.COM–Kearifan tradisional yang dimiliki masyarakat nelayan Indonesia dianggap lebih mampu melindungi kekayaan laut dan pesisir untuk kesejahteraan bangsa.

“Nelayan Indonesia memiliki kearifan tradisional dan model-model pengelolaan yang menunjukkan pentingnya laut bagi kehidupan nelayan,” kata Sekjen Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara), Riza Damanik, di Jakarta, Rabu. Lanjutkan membaca ‘Kearifan Tradisional Masyarakat Nelayan Lindungi Laut’

13
Apr
09

Islam di Mata Dua Raja Jawa

Asep Sambodja  [ kompas.com Sabtu, 11 April 2009 | 05:04 WIB ]Bagaimana kita membaca Wedhatama dan Wulangreh dalam konteks kekinian? Mungkin kita akan dengan mudah mengatakan bahwa pengarang Wedhatama, yakni Kanjeng Gusti Pangeran Arya Adipati (KGPAA) Mangkunegoro IV terasa sinis saat membicarakan agama Islam. Sementara pengarang Wulangreh, yakni Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan (ISKS) Pakubuwono IV terasa lebih bisa menerima ajaran agama Islam. Tapi, apakah sesederhana itu? Lanjutkan membaca ‘Islam di Mata Dua Raja Jawa’

12
Apr
09

Bertahan dengan Penerapan Budaya Jawa

Defri Werdiono  [ kompas.com Kamis, 2 April 2009 | 01:45 WIB ] Ketika pemerintah mengimbau sekolah memberi nama kelas dengan tokoh wayang, sejumlah tokoh Pandawa sudah menjadi nama ruang kelas dan kantor pamong Taman Muda Taman Siswa Ibu Pawiyatan.

Nama-nama yang ditulis dengan aksara Jawa, seolah menyadarkan tak ada yang berubah dengan sekolah hasil buah pikir Ki Hadjar Dewantara itu. Di tengah gempuran globalisasi, Taman Siswa terus mempertahankan kebudayaan adiluhung nenek moyang. Lanjutkan membaca ‘Bertahan dengan Penerapan Budaya Jawa’

11
Apr
09

DESA MANDIRI GOTONG ROYONG

Mang Eep Hidayat [ subang.go.id ] Desa adalah unit negara terkecil dan mengandung berbagai kebutuhan layaknya sebuah negara untuk menyejahterakan masyarakatnya. Desa membutuhkan kekuatan dan kesinambungan Ipoleksosbudhankamrata. Oleh karena itu, tidak ada sebuah negara dikatakan sejahtera, apa bila masyarakat desanya tidak sejahtera.
Atas pentingnya posisi desa dalam sebuah Negara dan Daerah sebagai penentu kemajuan Daerah dan Negara, maka Pemda Kabupaten Subang berkepentingan besar untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat desa dalam berbagai bidang pembangunan dengan memfokuskan pembangunan pada penumbuhkembangan desa sesuai dengan arah dan kebijakan pembangunan yang tepat dan benar. Lanjutkan membaca ‘DESA MANDIRI GOTONG ROYONG’

08
Apr
09

Menjaring Asa di Desa Bajo

[ potlot-adventure.com 5 April 2009 ] Gorontalo Suku Bajo tak bisa lepas dari laut sekalipun mereka sudah menetap di darat. Ketergantungan mereka dengan laut sangat tinggi. Budaya dan cara hidup mereka masih lekat dengan aroma laut. Bila Suku Bajo merawat laut dengan baik dan mengemas budaya serta cara hidupnya secara menarik, tentu bisa menjadi suguhan wisata yang dapat menjaring wisatawan. Lanjutkan membaca ‘Menjaring Asa di Desa Bajo’

06
Apr
09

Karangsari, Dusun Eks Tapol PKI yang Menghapus Dendam

Agusta Hidayatullah [ okezone.com  Minggu, 5 April 2009 - 10:15 wib ]  LAMPUNG – Nama dusun itu adalah Dusun Karangsari atau Dusun VIII, Desa Kertosari, Kecamatan Tanjungsari Lampung Selatan. Tetapi masyarakat Dusun Karangsari ketika berada di luar desa memperkenalkan alamat mereka dengan nama “Bergen”.

Padahal Bergen merupakan kawasan perkebunan peninggalan Belanda yang hampir tidak ada hubungannya dengan Dusun Karangsari, kecuali pintu gerbang masuk ke Dusun Karangsari harus melawati kawasan perkebunan peninggalan Belanda yang saat ini dikelola oleh PTPN VIII. Lanjutkan membaca ‘Karangsari, Dusun Eks Tapol PKI yang Menghapus Dendam’

03
Apr
09

“Hutan Desa” Lubuk Beringin yang Mendunia

[antara.co.id 30/03/09 10:06 ]  Edy Supriyadi  Jambi (ANTARA News) – Lubuk Beringin hanyalah dusun kecil di kawasan hutan lindung Bukit Panjang Rantau Bayur yang berjarak sekitar 50 Km dari Muara Bungo, ibukota Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi.

Tak banyak yang mengenal dusun yang dihuni 331 jiwa (80 keluarga) itu, bahkan di kalangan warga Kabupaten Bungo sendiri. Namun beberapa tahun belakangan, nama dusun sepi itu perlahan mulai dikenal, tidak hanya lokal dan nasional, tapi juga dunia. Lanjutkan membaca ‘“Hutan Desa” Lubuk Beringin yang Mendunia’

03
Apr
09

Kampung Tanpa Atribut Parpol

[ kompas.com Kamis, 2 April 2009 | 13:20 WIB ]   Asep Purnama Bahtiar “Gara-gara spanduk dan poster-poster partai politik, anak-anak kami jadi berantem. Mereka berlomba-lomba memasang atribut partai setelah diiming-imingi imbalan uang. Kalau terus dibiarkan, kami khawatir keharmonisan lingkungan terganggu. Karena itu, pemasangan segala bentuk atribut partai kami larang di lingkungan kami,” ujar Suhadi Jamil, Sekretaris RW 04. Lanjutkan membaca ‘Kampung Tanpa Atribut Parpol’

01
Apr
09

Wisata Nostalgia, Wisata “Ndesa”

[ potlot-adventure.com ] Ke mana orang berwisata di Kabupaten Semarang? Mungkin jawaban paling populer adalah pergi ke Bandungan, berburu sayur-mayur, bebuahan, tanaman hias, dan menikmati kesejukan udara di vila yang bertebaran di sana. Bisa juga mampir ke Candi Gedongsongo, Kopeng, Museum Kereta Api Ambarawa, Rawa Pening, atau ke Umbul Sidomukti.Yap, ada banyak alternatif kunjungan di daerah yang kaya akan objek wisata, baik wisata alam, budaya, maupun peninggalan sejarah itu. Bagaimana kalau berwisata ke tempat yang bernuansa nostalgis dan “ndesa” di Dusun Suruhan, Desa Keji, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang? Lanjutkan membaca ‘Wisata Nostalgia, Wisata “Ndesa”’




Tamu Kami Sejak Juni 2008

  • 35,221 Saudara
Google Groups
Relawandesa
Kunjungi grup ini

Arsip