Pembangunan Desa 2008

A. KONDISI UMUM

Kawasan perdesaan adalah kawasan yang memiliki fungsi sebagai tempat pemukiman, pelayanan jasa pemerintahan, pelayanan sosial, dan kegiatan ekonomi. Kegiatan ekonomi utama di kawasan perdesaan adalah pertanian, termasuk pengelolaan sumber daya alam. Hal ini antara lain tercermin dari data ketenagakerjaan yang menunjukkan bahwa dari seluruh tenaga kerja yang bekerja di perdesaan pada tahun 2006 (57,3 juta orang atau 60,0 persen dari total tenaga kerja nasional), sebanyak 37,6 juta (65,7 persen) diantaranya bekerja di sektor pertanian (Sakernas 2006).

Kondisi kawasan perdesaan pada umumnya masih tetap dicirikan oleh masih besarnya jumlah penduduk miskin, terbatasnya alternatif lapangan kerja, dan rendahnya tingkat produktivitas tenaga kerja perdesaan. Kondisi ini tidak terlepas dari adanya kendala seperti rendahnya tingkat penguasaan lahan pertanian oleh rumah tangga petani dan tingginya ketergantungan pada kegiatan budidaya pertanian (on farm), lemahnya keterkaitan kegiatan ekonomi antara sektor pertanian dengan sektor industri pengolahan dan jasa penunjang serta keterkaitan antara kawasan perdesaan dan kawasan perkotaan, rendahnya tingkat pendidikan dan keterampilan masyarakat perdesaan, rendahnya akses masyarakat kepada sumber permodalan dan sumber daya ekonomi produktif lainnya, serta terbatas dan belum meratanya tingkat pelayanan prasarana dan sarana dasar bagi masyarakat.

Upaya untuk memperbaiki kondisi tersebut dalam tahun 2007 ditempuh melalui kebijakan yang diarahkan untuk penumbuhan kegiatan ekonomi non pertanian antara lain melalui pengembangan kawasan agropolitan dan desa-desa pusat pertumbuhan; peningkatan kapasitas dan keberdayaan masyarakat perdesaan untuk memperkuat posisi tawar dan efisiensi usaha; mendorong pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di perdesaan; serta peningkatan pembangunan prasarana dan sarana perdesaan dengan melibatkan partisipasi dan peran serta masyarakat (community based development) dalam pembangunan dan/atau pemeliharaannya, antara lain prasarana jalan, irigasi, air minum, listrik perdesaan, informasi, serta pos dan telekomunikasi.

Melalui upaya-upaya tersebut, pada akhir tahun 2007 diharapkan terdapat peningkatan keberagaman usaha serta kemampuan masyarakat dalam mengelola dan mengembangkan usaha ekonomi produktif di perdesaan, termasuk di 83 kawasan agropolitan di 83 kabupaten melalui dukungan prasarana dan sarana penunjang seperti jalan poros desa, jalan usaha tani, jembatan, saluran air bersih, pasar/kios pertanian, dan gudang penyimpanan hasil pertanian; peningkatan usaha ekonomi masyarakat di perdesaan terutama di sektor non pertanian; peningkatan kemampuan lembaga keuangan mikro dalam menyediakan layanan jasa keuangan bagi masyarakat; peningkatan pengelolaan dan pemeliharaan prasarana dan sarana perekonomian perdesaan oleh masyarakat; peningkatan pemanfaatan teknologi tepat guna oleh masyarakat; dan peningkatan akses masyarakat dalam memasarkan produk hasil usaha ekonomi lokal. Di bidang infrastruktur perdesaan diharapkan selesai terbangun berbagai prasarana dan sarana perdesaan yang dilaksanakan melalui berbagai program, seperti prasarana desa pusat pertumbuhan di 32 provinsi; prasarana perdesaan pola Program Kompensasi Pengurangan Subsidi Bahan Bakar Minyak (PKPS BBM) di 2.000 desa di 28 provinsi; serta sarana dan prasarana pendukung kawasan produksi sektor pertanian, perkebunan, peternakan, kehutanan, dan industri di daerah tertinggal di 23 kabupaten (Percepatan Pengembangan Kawasan Produksi Daerah tertinggal, P2KPDT). Di bidang air bersih, akan diselesaikan pembangunan prasarana penyediaan air minum bagi sebanyak 1,5 juta penduduk perdesaan. Di samping itu, diharapkan sekitar 27 ribu sambungan telepon baru telah terpasang di sebanyak 10 ribu desa melalui program

Universal Service Obligation

Dalam tahun 2008, pembangunan perdesaan dalam rangka memperbaiki kondisi perdesaan sebagai kawasan ekonomi produktif dan permukiman yang relatif tertinggal dibandingkan perkotaan, diperkirakan masih akan menghadapi kendala dan tantangan seperti pada tahun-tahun sebelumnya, antara lain:

  1. meningkatkan koordinasi dan keterpaduan kegiatan antar pelaku pembangunan (pemerintah, masyarakat, dan swasta) dan antar sektor dalam rangka mendorong diversifikasi kegiatan ekonomi perdesaan yang memperkuat keterkaitan sektoral antara pertanian, industri dan jasa penunjangnya serta keterkaitan spasial antara kawasan perdesaan dan perkotaan;

  2. meningkatkan peran lembaga dan organisasi masyarakat perdesaan termasuk fasilitator pembangunan dalam menggerakkan perekonomian di perdesaan;

  3. meningkatkan kapasitas dan kemandirian pemerintah daerah dalam mendorong pengembangan ekonomi lokal dan pemberdayaan masyarakat perdesaan yang menjadi kewenangannya; serta

  4. meningkatkan penyediaan dan kualitas infrastruktur perdesaan secara merata di seluruh tanah air.

B. SASARAN PEMBANGUNAN TAHUN 2008

Sasaran pembangunan perdesaan pada tahun 2008 adalah:

  1. Terciptanya perluasan kesempatan kerja di perdesaan, terutama lapangan kerja baru di bidang kegiatan agribisnis off-farm dan industri serta jasa berskala kecil dan menengah, sehingga berdampak pada berkurangnya angka pengangguran dan kemiskinan serta meningkatnya produktivitas dan pendapatan masyarakat perdesaan;

  2. Meningkatnya kapasitas dan keberdayaan masyarakat dan kelembagaan sosial-ekonomi perdesaan dalam mendorong kemajuan pembangunan perdesaan yang berkelanjutan;

  1. meningkatnya kuantitas dan kualitas infrastruktur jalan perdesaan, terutama yang menghubungkan sentra produksi pertanian dan non pertanian di perdesaan dengan kawasan perkotaan terdekat;

  2. meningkatnya kuantitas dan kualitas sarana dan prasarana penunjang kegiatan usaha ekonomi perdesaan seperti pasar desa, sentra pengolahan produksi, dan fasilitas pergudangan;

  3. tersedianya 28 ribu satuan sambungan telepon baru di 10 ribu desa;

  4. tersedianya 37 pusat informasi masyarakat (community access point), dan berfungsinya kantor pos sebagai pusat informasi masyarakat;

  5. tercapainya tingkat elektrifikasi perdesaan sebesar 87 persen.

C. ARAH KEBIJAKAN PEMBANGUNAN TAHUN 2008

Pembangunan perdesaan pada tahun 2008 diarahkan pada perluasan kesempatan kerja dan diversifikasi ekonomi di perdesaan untuk mendukung upaya revitalisasi pertanian, perikanan, kehutanan, dan pembangunan perdesaan yang menjadi salah satu prioritas pembangunan nasional dalam tahun 2008. Kebijakan tersebut meliputi langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Mendorong perluasan kegiatan ekonomi non pertanian yang memperkuat keterkaitan sektoral antara pertanian, industri dan jasa penunjangnya serta keterkaitan spasial antara kawasan perdesaan dan perkotaan, antara lain melalui pengembangan kawasan agropolitan dan pengembangan UMKM di bidang usaha unggulan daerah yang memiliki keterkaitan usaha ke depan (forward linkages) dan ke belakang (backward linkages) yang kuat;

  2. Meningkatkan kapasitas dan keberdayaan masyarakat perdesaan untuk dapat menangkap peluang pengembangan ekonomi lokal serta memperkuat kelembagaan dan modal sosial masyarakat perdesaan yang antara lain berupa budaya gotong-royong dan jaringan kerjasama, untuk memperkuat posisi tawar dan efisiensi usaha;

  3. Meningkatkan penyediaan infrastruktur perdesaan secara merata di seluruh tanah air, antara lain jalan desa, jaringan irigasi, prasarana air minum dan penyehatan lingkungan permukiman (sanitasi), listrik perdesaan, pasar desa, serta pos dan telekomunikasi.

BAPPENAS

Iklan

Satu pemikiran pada “Pembangunan Desa 2008

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s