Partai Kepala Desa?

Kepala Desa Bikin Partai, Kenapa Tidak?

Perjuangan masyarakat pedesaan di negeri ini untuk tidak lagi dipinggirkan dalam derap pembangunan, sudah diawali oleh demo besar-besaran yang dilakukan oleh para Kepala Desa dan Perangkat Desa seluruh Indonesia, yang tergabung dalam Parade Nusantara.

Demo yang digelar 3 kali di Jakarta dengan melibatkan ribuan Kepala Desa dan Perangkat Desa yang berasal dari seluruh negeri ini, tidak saja membuat terperangah pemerintah, tetapi juga membuat kaget seluruh rakyat Indonesia.

Kepala Desa dan Perangkat Desa merupakan tokoh-tokoh pemimpin lokal pedesaan. Jika mereka sampai melakukan demo besar-besaran di Jakarta, tentu ada permasalahan menyangkut masyarakat pedesaan yang sangat serius di negeri ini. Dan itu semestinya direspon pemerintah dengan positif. Membuka mata dan telinga, mencari tahu pokok permasalahan, seharusnya dilakukan pemerintah menyikapi gerakan tersebut.

Namun, sayangnya, yang terjadi malah muncul apriori dari pemerintah terhadap perjuangan para tokoh pemimpin lokal pedesaan ini. Tuduhan ada aktor intelektual di belakang demo hingga adanya pihak-pihak tertentu yang membiayai pergerakan, diarahkan langsung ke Parade Nusantara.

Peningkatan kesejahteraan masyarakat pedesaan dan kemajuan pembangunan wilayah pedesaan yang dituntut Parade Nusantara, sebenarnya termasuk salah satu hal yang diatur dalam Pola pembangunan nasional. Akan tetapi kenyataannya saat ini pola pembangunan nasional selalu saja dititik beratkan pada ide-ide pertumbuhan yang masih menempatkan kota-kota besar sebagai pusatnya. Sementara, wilayah pedesaan selalu ditempatkan bagaikan anak tiri. Peningkatan kesejahteraan masyarakat pedesaan dan kemajuan pembangunan wilayah pedesaan tetap saja hanya sebatas wacana dan rencana. Rakyat desa tetap saja miskin, melarat dan terpuruk.

Inilah sebenarnya permasalahan penting yang perlu segera mendapat perhatian seluruh bangsa Indonesia. Kenapa pemerintah (termasuk lembaga Legislatif) selalu saja mengedepankan pertumbuhan yang menempatkan kota-kota besar sebagai pusatnya, sementara wilayah desa dipinggirkan ?

Jawabannya jelas, …… Desa dan masyarakatnya adalah beban negeri ini !!!

Tengok saja program Bantuan Langsung Tunai yang digulirkan pemerintah. Lebih menempatkan pedesaan sebagai pihak yang bisanya hanya menghabiskan dana Negara.

Dan parahnya program yang sebenarnya dicetuskan sendiri oleh pemerintah, dan yang seharusnya pemerintahlah yang bertanggung jawab, pada saat tidak juga berhasil mengangkat kesejahteraan masyarakat pedesaan, mereka inilah yang pada akhirnya dipersalahkan dan dipojokkan.

Pangkal permasalahannya sebenarnya, sederhana. Pemerintah sebenarnya tidak benar-benar tahu (karena memang tidak pernah berusaha mau tahu) apa dan bagaimana mengelola permasalahan yang dihadapai masyarakat pedesaan di negeri ini.

Berbagai peraturan perundang-undangan yang ada saat ini, menyangkut kehidupan masyarakat pedesaan, benar-benar telah lepas dari tatanan dan kearifan lokal masyarakat desa itu sendiri. Asas “dapat dilaksanakan”, dimana setiap pembentukan peraturan perundang-undangan harus memperhitungkan efektifitasnya di dalam masyarakat, baik secara filosofis, yuridis maupun sosiologis, tidak lagi dapat ditemukan dalam berbagai peraturan perundang-undangan menyangkut desa.

Peran partai politik yang direpresentasikan melalui lembaga legislatif yang ada saat ini pun tidak bisa lagi banyak diharapkan untuk akomodatif terhadap perjuangan peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.

Saat reformasi digulirkan, harapan masyarakat desa demikian luar biasa besarnya pada para elit berbagai partai politik yang ada. Namun, para elit politik yang duduk di lembaga legislatif tersebut ternyata pada akhirnya tidak juga dapat membawa perubahan yang lebih nyata dan bermanfaat bagi masyarakat pedesaan Indonesia. Mayoritas partai politik terbukti menyentuh konstituennya yang berada di wilayah pedesaan, hanya di saat-saat menjelang pemilu, dengan tujuan pragmatis, mengumpulkan suara sebanyak-banyaknya!. Setelah pesta pemilu usai, peran partai politik hilang begitu saja bagaikan angin lalu.

Masyarakat pedesaan pada akhirnya harus berjuang sendirian, agar proses peningkatan kesejahteraan masyarakat pedesaan dan kemajuan pembangunan pedesaan, benar-benar dapat terlaksana.

Sebagai panutan, para Kepala Desa dan Perangkat Desa diseluruh Indonesia, yang juga sekaligus tokoh pemimpin lokal pedesaan, putra-putri terbaik desa di negeri ini senantiasa diharapkan mampu tidak saja dalam mengayomi masyarakatnya, tetapi juga mampu menggerakkan roda pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan.

Perjuangan para Kepala Desa dan Perangkat Desa yang menuntut perhatian pemerintah dengan melakukan demo besar-besaran di Jakarta, merupakan suatu langkah awal pergerakan yang dilakukan putra-putri terbaik dari pedesaan, untuk mengangkat derajat hidup masyarakat pedesaan negeri ini.

Jika Parade Nusantara saat ini berpendapat bahwa pergerakan lanjutan baru benar-benar dapat memperoleh hasil yang nyata, manakala dilakukan dalam suatu mekanisme politik berupa partai politik, maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Kesejahteraan yang merata bagi seluruh rakyat Indonesia harus senantiasa dijadikan tujuan utama. Hal ini merupakan sebuah ideologi yang rasional dan sederhana. Rakyat kecil, kaum miskin dan seluruh masyarakat pedesaan di negeri ini tidak butuh suatu ideologi yang rumit dan berada demikian tinggi di awang-awang. Yang mereka butuhkan hanya sebuah partai politik yang benar-benar dapat merefleksikan kebutuhan mereka.

Soliditas di antara para tokoh-tokoh pemimpin lokal pedesaan, dalam upaya lebih mengangkat derajat masyarakat pedesaan, perlu terus diupayakan. Berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat pedesaan pun patut senantiasa dicarikan solusi.

Kebersamaan dan kegotongroyongan yang masih tetap merupakan kunci untuk mengatasi berbagai persoalan yang ada di wilayah pedesaan, harus tetap dipegang karena nilai-nilai dan kearifan lokal, masih sangat mungkin digunakan untuk membawa kemajuan dan kesejahteraan kawasan pedesaan di Indonesia.

Satu pemikiran pada “Partai Kepala Desa?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s