Tunjangan Pamong Desa

DEMAK-Pamong desa se-Demak merapatkan barisan. Mereka menuntut pencairan dana tunjangan sebelum hari raya Idul Fitri mendatang. Menyusul dianggarkannya dana tunjangan pada pos APBD 2008, namun hingga kini belum dicairkan.

 

Koordinator pertemuan pamong desa, David Suparno mengungkapkan bahwa jabatan sebagai pamong desa paling berat. Sebab, merekalah yang paling dekat dan berhadapan dengan masyarakat secara langsung. Bahkan, segala permasalahan yang terkait dengan warga termasuk surat menyurat juga ditangani oleh pamong desa.

 

”Jabatan pamong desa ini paling terhina. Di saat para pegawai negeri sipil (PNS) mendapatkan tunjangan macam-macam, pamong desa belum juga dapat tunjangan. Selama ini kami hanya mendapatkan kelelahan (capek) saja tak ada tunjangan,” kata David, pamong Desa Mranak, Kecamatan Wonosalam sebelum pertemuan para pamong desa di Balai Desa Mranak, kemarin.

 

Sementara itu, Ketua Paguyuban Pamong Desa Sultan Fatah (P2DSF) Didit Ariyanto menuturkan bahwa pamong desa sebelumnya telah mengusulkan dana tunjangan melalui tiga pos yang ada dengan nilai sekitar Rp 2 miliar. Pertama, melalui pos anggaran dana alokasi desa (ADD). Namun besaran dana yang diterima masing-masing desa bervariasi yaitu di atas Rp 100 juta perdesa. “Dari ADD inilah, pamong desa memiliki peluang untuk menambah kesejahteraan. Sebab, dana ADD selain untuk pembangunan fisik desa juga untuk keperluan non fisik,” jelasnya.

 

Kedua, menurut Didit, pamong desa bisa mendapatkan tambahan dari dana perbaikan penghasilan APBD murni 2008. Nilainya sebesar Rp 1,2 miliar. Kendati demikian, dana tersebut diperuntukkan bagi pamong desa yang memiliki bengkok sedikit dengan nilai di bawah upah minimum kabupaten (UMK) atau bengkok tidak laku dijual karena tanahnya gersang.

 

Dia mencontohkan, di Desa Undaan Kidul, Kecamatan Karanganyar, ada pamong desa yang tanah bengkoknya hanya 1 bahu. Begitupula di desa-desa di Kecamatan Karangtengah kondisinya kurang lebih sama, yaitu bengkok pamong desa tidak memadai dari sisi penghasilan. 

 

Selain itu, Didit menambahkan, pamong desa juga bisa mendapatkan dana tunjangan penghasilan lainnya. Dengan rincian, Rp 75 ribu bagi sekretaris desa (carik), Rp 60 ribu untuk perangkat desa lainnya. Sedangkan, bagi anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan kepala desa mendapatkan tunjangan Rp 50 ribu. Demikian juga dengan RT-RW mendapatkan Rp 25 ribu perbulan. “Anggaran sebenarnya sudah ada. Tinggal kita kawal di anggaran perubahan 2008 ini. Mudah-mudahan berhasil cair,” harap Didit. (hib/ida)

 

RADARSEMARANG.COM, RABU, 10 SEPTEMBER 2008 00:00

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s