Desa Perbatasan Terisolasi

Desa Perbatasan Terisolasi karena Paradigma Lama

[JAKARTA] Paradigma lama, yakni pendekatan militer dan keamanan, sudah tidak lagi layak menjadi dasar pembangunan di daerah tertinggal atau terisolasi. Saat ini, yang harus dikedepankan adalah pendekatan ekonomi dan kesejahteraan.

“Banyak daerah terisolasi, termasuk di perbatasan dengan negara tetangga, karena pola pembangunannya masih didasarkan pada paradigma lama. Desainnya harus diubah,” ujar Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT), Lukman Edi, pekan lalu, di Jakarta.

Data Kementerian Negara PDT menyebutkan, desa-desa yang terisolasi berada di 26 kabupaten di wilayah perbatasan dengan negara tetangga. Kementerian PDT memasukkan wilayah tersebut ke dalam kategori Program Percepatan Wilayah Perbatasan (P2WP).

Lukman Edi menjelaskan, peningkatan kesejahteraan masyarakat pada wilayah kategori ini sesuai dengan potensi dan komoditas andalan di daerah tersebut.

Menurutnya, ketertinggalan suatu daerah bukan karena tidak terdapatnya potensi yang layak untuk dikembangkan secara ekonomis.

“Letak geografis yang sulit dijangkau, termasuk pulau-pulau kecil dan terpencil, juga menjadi salah satu faktor penting. Keterisolasian memang mengakibatkan suatu wilayah sulit dijangkau, misalnya untuk penyediaan berbagai prasarana dan sarana ekonomi dan sosial,” ucapnya.

Hal itu, katanya, berdampak pada rendahnya pemanfaatan potensi sumber daya alam, dan rendahnya kualitas sumber daya manusia. Lebih penting lagi, menurutnya, pengembangan potensi harus diselaraskan dengan pembangunan yang sedang berkembang di negara tetangga.

Dia memberi contoh, pengembangan perkebunan kelapa sawit di Kalimantan yang berbatasan dengan Malaysia. Pengembangan di daerah itu mengikuti tren pembangunan industri crude palm oil (CPO) di Malaysia. Hasil perkebunan kelapa sawit warga perbatasan bisa langsung diserap pabrik CPO di Serawak.

Kementerian PDT, katanya, menstimulan warga daerah tertinggal itu untuk mengelola lahannya menjadi perkebunan sawit. [S-26]

SUARA PEMBARUAN DAILY Last modified: 19/1/09

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s