Panwaslu Pantau Perangkat Desa

Beberapa Diindikasi Jadi Tim Sukses Caleg

JEMBER – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Jember kini mulai memantau para perangkat desa, termasuk di dalamnya kepala desa (Kades), di Jember. Sebab, sejumlah kontestan pemilu, baik parpol maupun calon legislator (caleg), mulai menjadikan perangkat desa sebagai tim sukses.

Dugaan keterlibatan sejumlah perangkat desa sebagai tim sukses diungkapkan Ketua Panwaslu Jember Agung Purwanto dalam diskusi bersama para fungsionaris dan caleg PKS kemarin (18/1). “Sudah ada beberapa parpol dan caleg yang memanfaatkan perangkat desa sebagai tim sukses,” ungkapnya.

Hal ini, kata dia, jelas-jelas merupakan bentuk pelanggaran pemilu. Saat ini pihaknya masih koordinasi dengan pihak kepolisian untuk mendalami kasus semacam ini. “Kami sudah kantongi informasi awal, tapi masih perlu pendalaman,” tandasnya.

Dia mengingatkan para Kades dan perangkatnya untuk tidak terlibat dalam politik praktis dengan menjadi tim sukses caleg. Tindakan ini sangat jelas menyalahi peraturan perundang-undangan. “Panwaslu bisa menindak mereka yang melanggar,” tegasnya.

Tindakan oknum Kades dan perangkat desa itu, lanjut dia, sudah terlalu jauh. Misalnya, ada laporan yang masuk bahwa ada perangkat desa yang terang-terangan ikut memasang stiker caleg. Atau mengarahkan warganya untuk memilih caleg yang didukungnya.

Pelanggaran yang dilakukan kontestan pemilu, menurut Agung, bukan hanya melibatkan Kades dan perangkat desa saja. Saat ini mulai marak kegiatan kampanye terselubung yang dilakukan parpol maupun caleg. “Terutama dikemas dalam bentuk pertemuan tertutup. Tetapi, sebenarnya kegiatan itu sudah memenuhi unsur kampanye,” paparnya.

Misalnya, meskipun dikemas dalam pertemuan tertutup, massa yang dilibatkan melebihi 250 orang sebagaimana batas maksimal peraturan KPU. Selain itu, yang datang bukan hanya kader, melainkan masyarakat umum untuk mendengarkan paparan visi, misi, dan program kontestan pemilu.

Yang terakhir cukup marak adalah saat terjadi bencana banjir bandang di beberapa kecamatan di Jember. Saat itu banyak kontestan pemilu yang memberikan bantuan, namun dapat digolongkan sebagai kampanye terselubung.

Sayangnya, sejauh ini panwaslu belum memberikan tindakan apa pun. “Kami baru koordinasi dengan kepolisian, terutama untuk pencegahan atas konflik yang berpotensi muncul. Sebab, sampai saat ini kami belum memiliki perangkat yang sempurna, termasuk panwascam (panitia pengawas kecamatan),” pungkasnya. (har)

http://www.jawapos.co.id, Senin, 19 Januari 2009

Satu pemikiran pada “Panwaslu Pantau Perangkat Desa

  1. esaifoto berkata:

    salam dari bandung

    Para penyembah kekuasaan tanpa rasa malu mempertontonkan kebodohannya di hadapan rakyat dengan iklan politiknya.

    Dan rakyat jelata yang menganut ediologi “ hasal perut kenyang” mau saja di bodohi oleh janji-janji politik kaum penyembah kekuasan tanpa ada perasaan di bodohi dari tahun-ketahun dan hanya bisa beronani dalam pikiran menunggu sang ratu adil.

    “betapa gobloknya hidup di negeri para badut”
    http://esaifoto.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s