Muhammad Masruh, Pemenang Indonesian Sience Project Olympiad (ISPO)

[e-wonosobo.com  Wednesday, 25 March 2009 ] Muhammad Masruh Baedowi siswa kelas 3 SMP 2  Watumalang, Wonosobo berhasil mengalahkan ratusan pelajar  peserta Indonesian Sience Project Olympiad (ISPO) di Jakarta belum lama ini. Ia mampu memukau  juri setelah mempresentasikan alat pengangkut pasir yang menggunakan roda berporos dan bidang miring. Prestasi  tersebut membawanya ke ajang serupa tingkat internasional di Georgia Rusia, Mei mendatang. Pemanfaatan roda berporos di bidang miring sebagai alat bantu proses pengangkutan pasir tidak sekedar alat hasil imajinasinya. Alat tersebut menjadi tumpuan hidup keluarga yang tinggal di pinggir aliran Kali Serayu itu.  Ayahnya, Ngabdul Rauf, 50, sehari-hari adalah penambang pasir kali. Tiap hari mengeduk pasir kali di bawah rumahnya, lalu dibawa ke atas menggunakan alat itu. Sebelumnya, pasir dibawa dengan cara dipikul.

Tentu saja ini membutuhkan tenaga besar dan berlangsung lama. Setelah menggunakan alat itu, pekerjaan jadi lebih ringan. Pasir dimasukkan dalam wadah lalu ditarik tali tambang dengan tenaga dinamo di atas bidang miring terbuat dari beton.

Dengan kata lain, alat itu terbukti bermanfaat besar, sementara biaya pembuatannya cukup murah.

“Saya tidak menyangka bisa menang. Peserta lain bikin alat yang bagus-bagus. Sempat minder juga,”katanya ketika ditemui di rumahnya yang berada persis di atas Kali Serayu di Dusun Siwatu Desa Bumiroso Kecamatan Watumalang ditemani pamannya, Ahmad Toha, 34. Paman inilah sang inspiratornya.

Bila dibandingkan peserta lain, alat yang dipresentasikan Masruh sangat sederhana dengan bahan sederhana pula. Tetapi memiliki manfaat besar dan itu sudah dibuktikan ayahnya.  Tampaknya, nilai kemanfaatan yang besar itulah yang membuat juri memilih Masruh.  “Peserta mendirikan stan-stan lalu juri berkelilng melakukan wawancara,”ujarnya menceritakan proses penilaian lomba bidang Fizika di Jakarta 11-13 Maret lalu.

Saat itu pula diumumkan juaranya. Begitu namanya disebut menyambet medali emas dan mewakili Indonesia maju di tingkat internasional,  anak ke-3 dari 4 bersaudara itu terlonjak gembira. Kemenangan itu benar-benar tak disangkanya.

“Rasanya campur aduk Mbak. Senang juga grogi, takut kalau mengecewakan,”katanya polos.

Bulan Agustus tahun lalu, alat yang sama, dipresentasikan dalam lomba penelitian ilmiah remaha (LPIR) di Jakarta. Kala itu, Masruh mampu meraih juara harapan 2.

Begitu dikabari menang, orang tuanya sangat gembira. Hanya saja sang ibu, Faidatun, sempat bingung pula selain rasa bangga yang meluap memiliki anak yang patut dibanggakan. “Bagaimana tidak bingung, dari mana dapat biaya berangkat ke luar negeri. Bapaknya hanya penambang pasir, saya tiap pagi jualan bubur di depan rumah. Setelah diberi  tahu akan biaya dibantu pemerintah, saya senang sekali,”tuturnya seraya menambahkan dirinya hanya membantu mendoakan agar perjalanan ke luar negeri berlangsung lancar dan dapat mengikuti  even dengan baik.”Syukur dapat juara lagi,”tandasnya.

Masruh bersama kepala sekolah dan guru pembimbingnya didampingi pejabat dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga beberapa waktu lalu bertemu Bupati Wonosobo H. A Kholiq Arif di pendopo kabupaten melaporkan keberhasilannya. Kholiq sangat berapresiasi atas prestasi Masruh. Dia berjanji akan membantu mengurus pembuatan paspor.

Menghadapi even bergengsi  itu, tak urung bocah kelahiran 4 September 1993 itu sempat deg-degan juga. Terlebih, kemampuan bahasa Inggrisnya masih kurang. Karenanya dalam waktu dekat, pelajar yang jago Fizika dan Matematika itu akan mengambil les secara intensif. Di samping mempelajari makalah yang diterjemahkan dalam Bahasa Inggris.

Masruh harus pintar-pintar membagi waktu. Sebab selain lomba dia juga harus mengikuti ujian nasional pada April mendatang.

Keberhasilan Masruh membuat bangga guru dan kawan-kawannya. “Pada saat upacara bendera di sekolah, saya diminta bercerita pengalaman selama mengikuti lomba di Jakarta. Kawan-kawan bertepuk tangan ramai sekali,”ujar remaja yang bercita-cita menjadi pengusaha sukses itu sembari tersenyum.

Alat pengangkut pasir yang mengantarkannya di ajang internasional itu menurut dia cara kerjanya sangat sederhana. Untuk itu dia akan berupaya menyempurnakannya agar lebih efisien dan efektif. (RaSe)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s