Kearifan Tradisional Masyarakat Nelayan Lindungi Laut

[ kompas.com kamis, 26 Maret 2009 | 02:24 WIB ] JAKARTA, KOMPAS.COM–Kearifan tradisional yang dimiliki masyarakat nelayan Indonesia dianggap lebih mampu melindungi kekayaan laut dan pesisir untuk kesejahteraan bangsa.

“Nelayan Indonesia memiliki kearifan tradisional dan model-model pengelolaan yang menunjukkan pentingnya laut bagi kehidupan nelayan,” kata Sekjen Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara), Riza Damanik, di Jakarta, Rabu.

Ia mengatakan adanya tradisi kultural yang masih terus dipraktikkan oleh nelayan tradisional Indonesia sangat berbeda dengan bangsa-bangsa lain.

Hal ini lah yang menurut Riza perlu dicermati, bahwa karakter laut dan kultur masyarakat nelayan Indonesia yang berbeda secara sosio ekologis maupun sosio kultural membuat mereka lebih menghargai laut.

Karena itu lah, ia mengingatkan, bahwa keambisiusan menetapkan  konservasi laut yang bertujuan melindungi kekayaan laut untuk masa depan bangsa, jangan sampai hanya untuk merelokasi kawasan tangkap nelayan saja.

Namun justru menjadi kemudahan untuk melakukan berbagai kegiatan termasuk pariwisata, budidaya, dan kegiatan ekstraktif lainnya, ujar Riza.

“Sehingga nelayan seolah sudah menjadi tamu dilautnya. Jika begini, konservasi tidak pernah berhasil,” tegas Riza.

Nelayan maupun masyarakat setempat tidak lagi merasa memiliki terhadap sumber daya tersebut. Kearifan tradisional semakin sulit lagi dipraktikkan.

Untuk itu, ia mengharapkan agar pemerintah tidak sekedar mengejar target penetapan 10 juta hektar kawasan konservasi laut di tahun 2010 dan 20 juta hektar di tahun 2020,  tetapi juga memperhatikan kualitas dari pengelolaan kawasan konservasi tersebut.

Data Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) luas kawasan konservasi laut saat ini mencapai empat juta hektar setelah Kawasan Konservasi Laut Daerah (KKLD) Selat Pantar yang semula luasnya hanya 48.004,4 hektar dikembangkan menjadi KKLD Alor dengan luas menjadi 400.008,3 hektar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s