Kebal Berkat Batu Goa Tolire, dan Kemunculan Buaya Putih

Rival Fahmi [ news.okezone.com  Rabu, 22 April 2009 – 10:07 wib ] TERNATE – Batu yang diberikan Ali dari potongan tebing di mulut gua itu rupanya menyimpan kekuatan untuk memberi kekebalan bagi pemiliknya. Untuk membuktikannya itu, Ali lantas meminta satu dari kami untuk menjadi “kelinci percobaan” ucapannya itu.

Ghazali, salah seorang kawan yang juga koresponden salah satu stasiun tv memberanikan diri untuk menghadapi tantangan Ali tersebut.

Sebilah parang yang diacah tajam pun dikeluarkan pria gondrong berusia 43 tahun itu. Sambil menyuruh Ghazali membuka bajunya, Ali pun mulai berdoa untuk meminta izin Yang Kuasa.

Usai berdoa, sambil berteriak lantang, Ali lalu mulai menebas bagian tubuh Ghazaly. Mulai dari tangan hingga ke perut sambil sesekali menyayat dengan kerasnya. Aneh bin ajaib, parang yang panjangnya sekitar 40 centi itu tak mampu melukai secuilpun bagian tubuh Ghazaly.

Usai melakukan atraksinya, Ali lalu berpesan. “Saya harap kalian menyimpan baik-baik batu itu. Gunanya untuk menghindarkan dari ancaman maupun gangguan orang-orang yang bermaksud jahat pada kalian,” ingatnya.

Saat ditanya rasanya disayat parang, Ghazaly menjawab tidak merasakan apa-apa.”Memang agak nyeri. Batu ini akan simpan. Siapa tahu berguna suatu saat nanti,” tutur ayah dua anak itu.

Tak habis sampai disitu saja, Ali lantas mengajak kami untuk melihat buaya putih yang akan dipanggilnya. “Waktunya memang jelang Maghrib pas waktu matahari terbenam untuk memanggil buaya penjaga danau ini,” jelasnya.

Dengan membaca mantra-mantra, Ali lantas menunjuk kearah tengah danau. Terlihat gerakan air danau seperti ada sesuatu yang bergerak di bawahnya. Padahal di sekeliling, air nampak tenang tak berarus.

“Itu dia (buaya) sudah muncul. Perhatikan baik-baik dan jangan mengedipkan mata. Karena sekali kedip, selanjutnya tidak akan terlihat lagi,” kata Ali.

Meski hanya sekilas, samar-samar di kejauhan terlihat potongan moncong buaya dengan warnanya putih kecoklatan di bagian kepalanya. Tak lama memang buaya itu muncul. Sekejap, lalu hilang dan tak timbul lagi.

“Itu kegunaan lain batu tersebut. Kalian setiap saat jika ke sini lagi saat sore hari jika sudah tak ada orang lain, bisa menyaksikan kemunculan buaya itu,” tutur Ali. (fit)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s