Malu

[andriewongso.com Rabu, 08-April-2009; 11:25:42 WIB ]Kemarin saya berbincang dengan salah satu pemuda yang sedang giat-giatnya mengadakan acara seminar untuk meningkatkan partisipasi generasi muda untuk turut serta membangun Negara Indonesia tercinta ini. Dengan berapi-api dia menjelaskan kepada saya siapa saja orang ‘terkenal dalam bidangnya’ yang ingin diundang untuk mengisi seminar-seminar tersebut. Ada yang motivator, ada yang pakar manajemen, ada tokoh HIPMI, ada tokoh agama, pendek kata, dia sedang merancang ‘blue print’ bagaimana membenahi mentalitas generasi penerus.

Berbincang agak lama kemudian ia menanyakan kepada saya, “Eh nurut kamu apa poin penting yang harus dipunyai seseorang supaya bisa maju dan berkembang?”

Saya berpikir ( agak lama, sekali lagi karena belum professor ), dan menjawab, “Nek nurut aku orang harus punya rasa malu yang luar biasa !”

Dia tertawa terbahak, kemudian nyeletuk, “Maksud loe ?”

Berkesempatan untuk mengeluarkan uneg-uneg saya juga, dengan lancar bak air bah saya menjawab :

” Aku tuh sudah berpikir-pikir lama, dan kesimpulanku ( yang mungkin banyak benarnya tapi juga ,mungkin salahnya ), akar dari semua permasalahan yang ada di sekitar ku yang selama ini ku amati ya itu tadi, SANGAT kurangnya sensitifitas untuk ‘merasa malu’, kurangnya keberanian untuk meningkatkan ‘kadar’ rasa malu. Coba bayangke ya :

* Karena punya rasa malu, orang bodoh bisa terus berusaha untuk membaca buku lebih banyak dan belajar lebih rajin sehingga pengetahuannya bisa bertambah

* Karena punya rasa malu, orang jahat bisa berusaha untuk lebih mendekatkan diri pada agama dan kewajibannya untuk berdoa sehingga hati dan pikirannya bisa terjaga dan menjadi orang baik

* Karena punya rasa malu, orang malas bisa berusaha untuk memacu diri sendiri dengan berbagai harapan sehingga ia menjadi cukup berharga untuk dipertahankan dalam satu pekerjaan.

* Karena punya rasa malu, orang licik bisa berusaha untuk memperbaiki pengertian etika sehingga ia berhak mendapatkan julukan manusia

* Karena punya rasa malu, orang serakah bisa berusaha untuk membagi rejeki kepada mereka yang sedang kekurangan

* Karena punya rasa malu, orang miskin bisa berusaha untuk terus mencari peluang pekerjaan yang lebih menjanjikan.

Atas semua kontradiksi seperti diatas, kemudian orang yang tidak tahu malu bisa :

* Mencuri ide orang lain dan mengklaim bahwa hal tersebut adalah hasil karyanya dan beroleh piagam atas tipuan tersebut

* Memfitnah orang lain agar ia tidak dipersalahkan atas kelalaiannya sendiri dan membiarkan orang lain yang menanggung hukumannya

* Mengambil hak orang lain yang nyata-nyata bukan kepunyaannya sehingga menyebabkan penderitaan bagi orang yang berhak

* Menipu orang yang kurang pintar secara akuntasi sehingga bantuan yang diterima tidak harus sebesar yang telah dikucurkan

Segala sesuatu di dunia ini dapat diperbaiki, dapat dikembangkan , dapat dibicarakan bersama untuk mencapai titik penyelesaian terbaik bagi semua pihak. Tetapi ketika rasa malu anda sudah tidak lagi terekat dengan baik dengan kemanusiaan anda, tidak lagi berfungsi dengan baik terhadap situasi yang berkembang, apa lagi yang bisa diharapkan.

To teach a cat to fly , is wasting your time and bothering the cat.

Mengajarkan kucing untuk terbang, membuang waktu anda dan mengganggu kucing itu sendiri.

Karena itu saya berpendapat yang harus diperbaiki terlebih dahulu bagi generasi muda adalah bagaimana PUNYA rasa malu, ketika itu sudah terekat, barulah kita bisa mengisi mereka dengan pandangan yang benar, pola pikir yang benar, dan membiasakan hal tersebut untuk kemudian menjadi karakteristik cara hidup yang benar.

Dan PASTI kandidat paling tepat untuk mengajarkan hal ini pada kita adalah para SIMBOK , mereka guru terhebat , terkuat dan terdekat dalam lingkar hidup kita. Mereka adalah PENANAM bibit awal kebajikan dari kehidupan kita.

( Jadi berbanggalah dan berhati-hatilah para SIMBOK Indonesia, karena ANDA lah pencetak negeri !!! Keren !!! )

Begitu banyak yang dapat kita peroleh dari kehidupan. Begitu banyak yang bisa dipelajari dari alam ini, dari sekeliling anda, tetapi yang utama , saya rasa kita semua harus memulai dengan mempunyai rasa malu yang cukup. ‘

Teman saya hanya menggangguk dan menikmati secangkir teh manis yang saya sediakan …..

Well,

Semoga saja kita semua cukup punya keberanian untuk mempunyai dan mempertahankan rasa malu sehingga kita layak disebut sebagai manusia !!!! ( kumiayi agung saputra )

Satu pemikiran pada “Malu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s