Cinta Berawal dari Anak Rusa yang Tergigit Anjing

Rus Akbar [ okezone.com Rabu, 6 Mei 2009 – 13:08 wib ]  PADANG – Duk, duk, duduk, bunyi baskom dipukul. Tak lama 5 ekor rusa berlarian menuju seorang lelaki paruhbaya bernama Dazim (55) yang akrab di panggil Pendeka (pendekar). Berawal karena sayang pada binatang Pendeka ini berhasil melakukan penangkaran rusa sebanyak lima ekor.

Rusa itu di letakkan di samping rumahnya di Desa Kampung Kubang, Kecamatan Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat yang tak jauh dari Batang (sungai) Bayang. Kandang rusa hanya berukuran 40 kali 40 meter dan diberi pagar besi berduri dan kayu serta daun kelapa, meski dilepaskan lima rusa tersebut tak pernah kabur dan malah akrab dengan manusia terutama majikannya.

Pendeka bersama anaknya Alan (12) setiap pagi dan sore memberikan makanannya dari rumput serta memandikan di sungai kubang. Makanan yang diberikan tak ubahnya seperti sapi, rumput, sagu bahkan dedak padi pun lahap dimakan lima rusa. Bahkan Pendeka membuat kubangannya, kalau hari telah panas lima rusa tersebut masuk di kubangan yang telah disediakan oleh {Pendeka}.

{Pendeka} mengatakan kepeduliannya kepada rusa, berawal pada tahun 2004 ketika itu, ia mendapati seekor anak rusa jantan dari seorang pemburu bernama Jondrijal saat berburu di hutan Bukik (bukit) Aia Gadang di Pinggir Kampung Kubang, saat itu anak rusa tersebut dalam kondisi kakinya terluka akibat gigitan anjing.

“Karena kasihan pada rusa itu saya meminta pada mereka untuk saya pelihara, saat itu rusa diperkirakan masih berusia 3 bulan, lama kelamaan rusa itu akhirnya besar dan kini tingginya 1 meter lebih dengan berat 70 Kg lebih,” tuturnya sambil memegang kepala rusa jantan yang sudah bertanduk panjang.

Karena baru satu ekor rusa jantan tersebut, pada tahun 2006 Pendeka membeli 1 ekor lagi rusa betina untuk dijadikan pasangan rusa jantan. Karena rasa sayang pada kedua binatang tersebut diberikan namanya yang jantan bernama Rusdi dan yang berita dinamakan Rusni.

“Saya beri nama awalanya Rus karena bernama Rusa jadi disingkat aja menjadi Rusdi dan Rusni,” katanya.

Karena sayang pada binatang yang dilindungi UU serta semakin berkurang di habitatnya, ia berhasil mengembak biakkan rusa menjadi lima ekor. Anak rusa yang pertama betina diberikan nama Rosi usianya sudah mencapai 2,5 tahun, dan anaknya iya yang kedua kembar satu jantan dan satu bertina masing-masing diberi nama Rina dan Rini.

Rusa di kubang, yang dipelihara termasuk jenis sambar (cervus unicolor) berwarna coklat kehitaman dengan bulu yang panjang, dua tanduk bercabang kiri kanan bisa mencapai satu meter pada rusa jantan, bobot satwa dewasa mencapai dua kuintal dengan panjang badan (kepala sampai ujung badan) 1 koma 7 meter.

Rusa dikenal gampang stres. Jika ia terkejut akibat bunyi suara yang keras, rusa akan melompat-lompat. Tapi lain halnya dengan rusa milik Pendeka ini, rusa -rusa itu sudah terbiasa dengan manusia. Setiap ada yang memanggil, pasti kelima rusa tersebut akan datang.

Untuk melangsungkan hidup lima ekor rusanya, Pendeka tidak luput memandikannya di aliran Batang Bayang sekitar 50 meter dari rumahnya, rusa-rusa jinak ini dimandikan bahkan mandinya layaknya seperti manusia dua kali sehari, menurut Pendeka jika tidak dimandikan rusa-rusa ini kepanasan.

Usai mandi, rusa ini diberi makan di padang rumput tanpa diikat kalau sudah sore, kelima rusa itu akan kembali ke kandang dab langsung diberikan makanan rumput, sagu dan dedak.

“Untuk biaya satu hari ini saya menghabiskan Rp20 ribu untuk beli makannya, sagu dan dedak. Dalam pemeliharaan rusa ini penuh dengan sentuhan kasih sayang, ini jauh dengan cara pemeliharahanya dengan sapi, jika dikasari rusa ini akan melawan dan mengejar serta dendam kepada kita,” kata Pandeka yang sehari-hari kerjanya menjual sapi.

Sepanjang penangkaran rusa tersebut, berbagai godaan dijumpai Pandeka, salah satunya kedatangan sejumlah orang yang ingin membeli rusa. Harga ditawarkan pun menggiurkan mencapai Rp25 juta untuk kelima rusa tersebut. Pandeka tetap pandeka, dia bergeming melihat uang sebesar itu.

Rusa di Kubang yang dipelihara termasuk jenis sambar (cervus unicolor) berwarna coklat kehitaman dengan bulu yang panjang, dua tanduk bercabang kiri kanan bisa mencapai satu meter pada rusa jantan, bobot satwa dewasa mencapai dua kuintal dengan panjang badan (kepala sampai ujung badan) 1 koma 7 meter.

Ia pernah mencoba mengawinkan rusa jantannya dengan seekor sapi miliknya sebanyak dua kali perkawinan namun hasilnya tidak diketahui karena sapi yang dikawinkan dengan rusa tersebut keburu di jual.

Penangkaran rusa ini menjadi kunjungan warga sekitar. Warga tidak perlu menyaksikan binatang di kebun binatang, warga bisa melihat rusa langsung milik Darzin alias Pandeka.

“Saya pernah melepaskan rusa ini di sawah kami, karena takut sama manusia lain rusa ini malah lari, tapi tidak di hutan ia kembali ke rumah saya,” ujarnya.

Hingga sekarang rusa milik Pandeka enggan melepaskannya sama orang lain, karena ia menganggap rusa tersebut sudah menjadi bagian dari anggota keluarganya yang telah dipelihara sejak kecil. (fit)

Satu pemikiran pada “Cinta Berawal dari Anak Rusa yang Tergigit Anjing

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s