Dari Jepang, 11 Tahun Keliling Dunia dengan Sepeda Angin

[ okezone.com  Rabu, 13 Mei 2009 – 04:15 wib ] JOMBANG – Pilihan berani dilakukan Daisuke Nakanishi, warga negara Jepang yang singgah di Jombang, Selasa 12 Mei. Pria berumur 39 tahun asal Osaka itu berniat mengelilingi dunia dengan sepeda anginnya.

Indonesia, merupakan negara ke 125 yang ia singgahi sejak perjalanan yang dimulai tanggal 23 Juli 1998 lalu. Sudah 11 tahun pria lulusan Osaka University itu menghabiskan hidup di atas sepeda angin yang ia bawa dari negeri sakura. Sejuta kisah telah dialaminya untuk perjalanan yang juga sebagai kampanye damai itu.

Pria ini tiba di Jombang dengan membawa enam tas berukuran besar yang ia sandarkan di beberapa bagian sepedanya. Di samping kiri dan kanan duanya, terpasang sebuah tas besar dengan isi beragam. Mulai pakaian, peralatan sepeda, hingga peta, dan dokumentasi yang selama ini mengarungi jalanan.

“Masing-masing tas isinya berbeda. Mulai dari pakaian sampai peralatan untuk membenahi sepeda jika rusak. Juga onderdil sepedanya,” ujar Daisuke dengan menggunakan bahasa Inggris.

Dia mengaku, biaya perjalanan ini dia kumpulkan selama enam tahun sejak bekerja di salah satu perusahaan di Jepang. Sejak berangkat, dia mengantongi uang sebesar USD50 ribu. Setiap membutuhkan uang, dia harus mengunjungi anjungan tunai mandiri. Namun tak jarang, ada warga yang memberikan uang kepadanya.

“Saya tak pernah meminta. Tapi jika diberi, saya juga menerima,” tukasnya.

Pengalaman berharga ia dapatkan saat tiba di Kenya. Saat itu, ia tiba-tiba terserang malaria. Suhu di sekujur tubuhnya tiba-tiba tinggi. Ia pun harus rela kehilangan dua minggu perjalanannya untuk sembuh dari penyakitnya. “Tak berobat ke rumah sakit. Hanya meminum obatnya saja,” tukasnya.

Dia merasa nyaman saat tiba di Indonesia pertama kali. Dia menilai, sejauh perjalanannya di Indonesia, selalu menyenangkan. Itu tak luput sambutan ramah dari setiap warga yang ia kunjungi.

“Saat tiba di Jogjakarta, saya sempat dijamu dengan makanan khas daerah itu. Saya suka,” tandas pria yang sebelumnya bekerja sebagai kontraktor ini.

Meski kerap mendapat perlakuan kasar dari beberapa warga di negara lain, namun tak pernah menyurutkan tekadnya untuk terus mengayuh sepeda angin miliknya itu. “Masing-masing negara memiliki karakter. Biasa saja,” pungkasnya sembari menyebut sejumlah negera yang sudah ia kunjungi, mulai dari Alaska, Canada, USA, Meksiko, dan hamper seluruh negara di Asia.

Hingga malam kemarin, dia memutuskan untuk beristirahat di Jombang. Mencoba bertukar informasi dengan sejumlah wartawan yang ada di Jombang Media Center (JMC). “Besok (hari ini), perjalanan akan saya lanjutkan menuju Surabaya,” pungkasnya. (Tritus Julan/Koran SI/nov)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s