Tunjukkan Sikap Nasionalisme Sembari Mengais Rezeki

[ okezone.com Rabu, 20 Mei 2009 – 07:24 wib]  TANGAN kanannya  dengan cekatan menggenggam sebilah gergaji mini. Sementara tangan kirinya menari-nari menggerakkan tumpukan papan triplek, mengikuti arah mata gergaji hingga berbentuk huruf. Meski tanpa pola, Ichwan Irwantono, bisa membuat huruf kecil dengan hanya dengan menggunakan gergaji.

Beberapa huruf yang membentuk tulisan “Bhinenneka Tungga Ika” telah ia selesaikan. Ia kembali menumpul triplek tipis untuk dibuat berbagai bentuk. Mulai pohon beringin, padi dan kapas, rantai dan bentuk lainnya yang terpajang di dada burung Garuda, lambang negera RI. Satu persatu bagian hiasan dinding burung Garuda itu ia kumpulkan, dan siap untuk dirangkai menjadi burung Garuda utuh.

Sebelum merangkai, bapak tiga anak yang tinggal di Perumahan Mojongapit Indah, Jombang itu terlihat sibuk menyiapkan cat beraneka warna. Tak lupa, kuas untuk menyapu semua bagian hiasan yang akan dia buat. Dengan penuh ketelitian, ia menyulap potongan triplek itu menjadi hiasan yang indah. Sebuah buruh Garuda gagah, yang mirip aslinya.

Bukan hanya sebuah hiasan dinding, karena produk buatannya itu akan dipajang di atas dua Kepala Negara oleh pembelinya. Lantaran itu, baik bentuk maupun motif, ia tak bisa memilih seenaknya. Jumlah bulu ekor, dada dan sayap, semua berdasar lambang Negara. “Karena nantinya benda ini akan dipajang sebagai simbol negara, saya harus memakai ukuran dan jumlah yang tepat,” kata Ichwan.

Ada empat ukuran burung Garuda yang ia buat. Mulai ukuran 30 – 60 sentimeter. Tentunya, ukuran itu dibuat berdasaran permintaan pasar. Meski dengan empat ukuran itu, ia tetap memegang “kaidah” membuat burung Garuda sebagai lambang Negara. Untuk menyempurnakan bentuk, ia harus memilih jenis kayu yang memang mudah dibentuk, yakni kayu Randu.

Pekerjaan sekaligus hobi. Itulah yang mungkin tepat dialamatkan kepada Ichwan. Maklum, dia sendiri mengaku mengagumi lambang negara itu. Tak hanya soal rupiah yang akan didapat dari kerajinannya itu. “Bangga bisa membuat burung Garuda. Apalagi jika buatan saya itu dipajang di tempat-tempat yang bisa dilihat banyak orang,” kata pria yang pernah bekerja sebagai satpam bank ini.

Memang, aktivitas ini tak datang dari sebuah nilai nasionalisme Ichwan. Namun setelah bergelut selama 11 tahun dengan burung Garuda, ia mengaku tergugah untuk tetap mewarisi lambang negara yang sudah tak banyak dipajang orang-orang di rumah masing-masing. Dengan banyaknya burung Garuda yang ia buat, dia berharap akan semakin banyak warga negara yang memajang lambang negaranya sendiri. “Sebulan, saya bisa membuat sekitar 80 buah. Harganya mulai dari Rp40 ribu hingga Rp70 ribu. Sesuai dengan ukuran,” tukasnya.

Ternyata bisnis ini cukup menguntungkan baginya. Terbukti selama sebelas tahun, ia bisa menghidupi tiga anaknya hingga bisa melek huruf serta menyandang gelar sarjana. Tak hanya Garuda buatannya saja yang menguntungkan. Dia juga meraup untung dari Garuda-Garuda yang dibuat perajin lainnya. “Karena permintaannya banyak. Saya harus memenuhi dengan membeli buatan perajin lain. Sebulan saya bisa setor 200 buah,” katanya.

Di balik suksesnya itu, Ichwan mengaku jika bisnis ini ia lakoni secara tak sengaja. Awalnya dia hanya menjadi pembeli dan menyalurkannya ke sejumlah toko di Jakarta. Rupanya, jumlah produksi dari produsen langganannya tak mampu memenuhi order yang dia dapat. Tak hanya itu, saat menjadi “makelar” Garuda beberapa tahun silam, ia kerap dikecewakan produsen yang ternyata menjual pesanannya itu kepada pembeli lain.

Dari sanalah muncul keinginan Ichwan untuk membuat burung Garuda sendiri. Meski harus dibantu beberapa orang yang memang lebih dulu mahir membuat hiasan dinding ini. “Selama empat bulan saya belajar, dan akhirnya bisa. Bahkan saat belajar dulu, saya pernah nyaris kehilangan jari jempol karena kena mata gergaji,” kenangnya. (Tritus Julan/Koran SI/ful)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s