Wawasan Budaya Perkuat Penghargaan Antarsuku

ALIF ICHWANkompas.com Kamis, 4 Juni 2009 | 21:12 WIB ]   JAYAPURA, –Wawasan atas kesamaan kebudayaan masa lalu dan sistem kehidupan suku bangsa akan memperkuat saling pengertian serta penghargaan antarsuku bangsa di nusantara, terutama dalam mengisi pembangunan.

Hal tersebut disampaikan Kepala Balai Arkeologi Jayapura, Drs.M.Irfan Mahmud,M.Si pada acara Seminar Arekologi bertema  “Perspektif Melanesia dan Austronesia Dalam Dinamika Kebangsaan dan Pembangunan” di Jayapura, Kamis.

Seminar nasional yang berlangsung selama dua hari mulai Kamis  hingga Jumat (5/6) ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan “Semarak Arkeologi” yang baru pertama kali terselenggara di Indonesia.

Gugusan kepulauan nusantara, lanjut Irfan, berada pada jalur strategis antara wilayah Asia dan Pasifik.

Dalam perspektif sejarah, arkeologi, antroplogi dan linguistik ditemukan bahwa telah terjadi migrasi dan kontak antar kelompok ras manusia dan budaya, yaitu ras Austronesia dan Melanesia di berbagai tempat yang berlangsung sejak jutaan tahun yang lalu.

Banyak ahli menduga ras Austronesia berasal dari bagian selatan China yang mencapai wilayah bagian timur setelah bermigrasi melalui Formosa (Taiwan), Filipina dan kepulauan Indonesia sebelah timur hingga ke Pasifik dan akhirnya menetap di wilayah Polinesia.

Bangsa Austronesia ini mulai berintegrasi dengan orang Melanesia atau Papua yang telah terlebih dahulu mendiami New Guinea.

“Bahkan kemudian terjadi percampuran antara dua budaya yang berbeda tersebut, misalnnya melalui perkawinan,” ujar Irfan.

Seminar yang melibatkan para peneliti dari sepuluh balai arkeologi di Indonesia ini bertujuan meningkatkan wawasan dan apresiasi masyarakat tentang dinamika dan persentuhan budaya Melanesia dan Austronesia.

Sementara itu, menyamakan persepsi para pemangku kebijakan sebagai bentuk kerja sama kemitraan dalam dinamika kebangsaan dan pembangunan dalam bingkai masyarakat Melanesia dan Austronesia penting sebagai modal budaya pembangunan yang tidak ternilai.

Selain seminar arkeologi, beragam kegiatan yang melibatkan masyarakat juga digelar untuk memeriahkan Semarak Arkeologi.

Di antaranya Pameran Arkeologi, Lomba Merekonstruksi Gerabah, Pemutaran Film Dokumenter, Ekskursi Arkeologi dan lain sebagainya.

Sepuluh balai arkeologi di Indonesia yang turut serta dalam Semarak Arkeologi, Selain Balai Arkeologi Jayapura adalah Balai Arkeologi Medan, Banjarmasin, Makassar, Palembang, Ambon, Yogyakarta, Denpasar, Bandung dan Manado.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s