Eva Berdandan Seksi Layani Tamu sampai Pagi

[kompas.com Selasa, 16 Juni 2009 | 07:57 WIB ]  PEKANBARU,  Monalisa terlihat tenang saat duduk di kursi terdakwa. Dengan santai, dia mendengar dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Yuli Wati Ningsih, SH, dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, Senin (15/6).

Monalisa duduk di kursi pesakitan dengan dakawaan mempekerjakan anak di bawah umur, Eva (14) di Salon dan Karaoke Monalisa yang beralamat di Jalan Soekarno Hatta, Pekanbaru. Sidang dipimpin hakim ketua, Pandu Budiono, SH.

Dalam dakwaan, Yuli mengatakan bahwa terdakwa ditangkap aparat Polda Riau, Minggu (29/3) sekitar pukul 03.00 WIB di tempat usahanya itu. Polisi sebelumnya mendapat informasi jika Monalisa mempekerjakan anak di bawah umur di salon merangkap karaoke itu. Selanjutnya, polisi membawa Monalisa dan Eva ke Mapolda Riau untuk dimintai keterangan.

Dari hasil penyidikan polisi, kata Yuli, diperoleh data dari kartu keluarga orangtua Eva yang ditandatangani oleh Kepala Desa Lubuk Muda, Kabupaten Siak, jika umurnya baru 14 tahun. “Jadi sangat jelas, Monalisa telah memperkerjakan anak di bawah umur,” katanya.

Parahnya lagi, Eva bekerja mulai dari pukul 19.00 hingga pagi untuk menemani tamu yang sedang berkaraoke. “Atas pekerjaan itu, Eva diberi upah Rp 20.000 per jam,” kata Yuli. Oleh karena itu, terdakwa dikenai Pasal 88 UU No 23 Tahun 2002 karena mempekerjakan anak di bawah umur.

Tak Mau Diajak Tidur

Eva dalam kesaksiannya mengaku telah berkerja di Salon dan Karaoke Monalisa sekitar lima bulan. Sebelum bekerja di sana, Eva mengaku bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Kemudian, dia berkenalan dengan Mustamar alias Kumis yang kini menjadi pacarnya. Karena majikannya sering marah-marah, akhirnya Eva memutuskan berhenti dan bekerja di tempat Monalisa.

“Ketika saya berhenti itulah ditawari Bang Kumis untuk bekerja di tempat Monalisa. Setelah saya diterima, saya harus melayani tamu laki-laki yang sedang berkaraoke. Ketika bekerja, saya harus memakai pakaian yang seksi dan harus dandan,” katanya.

Eva menambahkan, sebelum ditangkap polisi, dia sudah lima bulan bekerja di tempat Monalisa. “Selama bekerja itu, saya tidak pernah mau diajak tidur oleh tamu. Saya hanya mau menemani saat karaoke saja. Setelah itu, saya diberi uang tips Rp 100.000 sampai Rp 200.000,” kata Eva.

Saksi berikutnya adalah Ketua Pokja Pengaduan Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Riau Amirrudin Sinjaya. Menurutnya, apa yang dilakukan Monalisa sudah melanggar UU No 23 Tahun 2002.

“Karena terdakwa telah mempekerjakan anak di bawah umur mulai dari pukul 19.00 sampai pagi. Bahkan, terdakwa mempekerjakan korban tanpa izin orangtuanya,” katanya.

Seusai kedua saksi memberikan keterangan, Pandu Budiono memberikan kesempatan kepada terdakwa untuk membela diri. Monalisa membantah jika dia sudah lima bulan mempekerjakan Eva.

“Saya mempekerjakan Eva saat baru satu bulan. Dia bekerja mulai 5 Februari dan ditangkap polisi pada 29 Maret,” katanya. Monalisa juga membantah telah memaksa karyawannya untuk memakai baju seksi saat melayani tamu.

Seusai memberikan keterangan, sidang ditutup dan dilanjutkan minggu depan. Selanjutnya, petugas menggiring terdakwa keluar ruang sidang dan dititipkan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Pekanbaru. (rsy)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s