“Garuda di Dadaku” Film Keluarga Berkualitas

[ kompas.com Sabtu, 27 Juni 2009 | 13:26 WIB ]  JAKARTA,   Film Garuda di Dadaku merupakan suguhan film keluarga berkualitas yang membumi, menyentuh, menghibur, dan menginspirasi.”Hal ini terlihat dengan banyak masyarakat yang menonton film pada beberapa bioskop yang kita pantau di daerah,” kata Produser Eksekutif, Putut Widjanarko, di bioskop 21 Tamini Square Jakarta, Jumat.

Para pemain Garuda di Dadaku sejak pemutaran film perdana pada 18 Juni 2009, sudah melaksanakan road show lima kota di Indonesia yakni Banjarmasin, Yogyakarta, Bandung, Medan, dan Makassar.

“Antusiasme terhadap film ini terlihat dengan banyaknya penonton yang memesan tiket beberapa hari sebelum, agar dapat menyaksikan film keluarga sekaligus sebagai pengisi hari libur,” katanya.

Film Garuda di Dadaku merupakan film inspiratif yang menggambarkan nilai persahabatan, kekeluargaan, dan nasionalisme, kata Putut, menjelaskan.

Film yang disutradarai oleh Ifa Isfansyah di bawah bendera SBO Films dan Mizan Productions yang telah sukses sebagai Co-Produser Laskar Pelangi.

Putut menceritakan bahwa Garuda di Dadaku bercerita tentang kerja keras Bayu yang masih duduk di kelas 6 sekolah dasar untuk mewujudkan satu mimpi dalam hidupnya: menjadi pemain sepak bola yang baik dan berhasil, sehingga bisa membanggakan keluarga, terutama ibu dan kakeknya.

Dibantu kedua sahabatnya, Heri yang “penggila” bola dan Zahra yang misterius, Bayu berupaya untuk dapat masuk menjadi Tim Sepak Bola Nasional U-13 yang nantinya akan mewakili Indonesia berlaga di arena internasional untuk membela nama harum bangsa.

“Namun berbagai hambatan menghadang Bayu, termasuk kakeknya yang sangat keras melarang Bayu menjadi pemain sepak bola,” katanya.

Film drama keluarga untuk semua umur ini mengetengahkan berbagai nilai dalam kehidupan lewat kacamata anak-anak, mengetengahkan kembali soal persahabatan, kerja keras, perjuangan, dan semangat mencapai cita-cita, kejujuran, kasih sayang, dan kebanggaan untuk menjadi anak Indonesia.

Inspirasi cerita film ini didapat oleh Salman Aristo, sang penulis skenario, lewat dua kejadian penting: kecintaan para pendukung sepak bola Indonesia dengan terus menyanyikan lagu Garuda di Dadaku.

“Garuda Kebanggaanku. Ku yakin, hari ini pasti menang? meskipun tim nasional jarang menang, dan kemenangan tim Indonesia,” kata Putut.

Sementara itu, Maudy Koesnaedi, sebagai Wahyuni (ibu Bayu) dalam film ini, mengatakan bahwa dengan latar belakang seperti itu, tidak heran cerita film sangat inspiring (memberi semangat), karakter anak-anaknya juga sangat inspiring.

“Bayu sudah jelas menggambarkan anak yang punya impian tinggi dan bekerja keras penuh semangat demi cita-citanya. Heri adalah motivator gila bola berotak cerdas yang banyak mendukung Bayu soal ketahanan mental dan keahlian teknis,” katanya.

Sementara Zahra adalah representasi anak perempuan yang kuat dalam mengatasi cobaan dan kesulitan hidup.

Tiap karakter memiliki latar belakang yang berbeda, tetapi kekayaan perbedaan itu justru menginspirasi satu sama lain dan hal ini yang menjadi dasar persahabatan ketiganya.

Selain itu, aktor senior lainnya adalah Ramzi bertransformasi sebagai Bang Duloh yang kocak mengocok perut penonton, Ikranagara sebagai Usman (kakek Bayu) membuat penonton geregetan dengan keras kepalanya.

Sementara Maudy Koesnaedi sebagai ibu Bayu yang merupakan orangtua tunggal menarik penonton bersimpati dan Ari Sihasale sebagai Pak Johan yang instruktur pelatih sepak bola membangkitkan kepercayaan dan penghargaan penonton pada orang-orang di balik layar bidang olahraga yang masih banyak menjunjung sportivitas, idealisme, dan kejujuran.

2 pemikiran pada ““Garuda di Dadaku” Film Keluarga Berkualitas

  1. Nih film sangat layak tonton. Jarang sekali film Indonesia yang menampung banyak emosi dan edukasi di dalamnya. Jempol sebanyak-banyaknya deh untuk film ini🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s