Subak Bagian dari Seni Budaya Bali

[ kompas.com Sabtu, 27 Juni 2009 | 02:57 WIB ]   Organisasi pengairan tradisional dalam bidang pertanian (subak), menjadi bagian dari unsur seni dan budaya yang diwarisi secara turun temurun oleh masyarakat di Pulau Dewata. “Masyarakat dan kebudayaan Bali bergerak secara dinamis, dalam satu dekade terakhir mengalami perkembangan yang pesat,” kata Gurubesar Fakultas Pertanian Universitas Udayana, Prof. Dr. I Wayan Windia di Denpasar, Jumat.

Ia mengatakan, faktor yang mendorong dinamika dan perubahan pesat tersebut antara lain kesesakan ekologi, konversi lahan, materialisme serta keterbukaan lokal, nasional dan internasional.

Demikian pula subak, terutama di perkotaan semakin terdesak, akibat adanya peralihan fungsi lahan pertanian ke non pertanian yang tidak bisa dihindari.

Hal itu perlu mendapat perhatian dan penanganan dari semua pihak, khususnya pemerintah Provinsi Bali, Pemkab dan Pemkot agar subak itu tetap mampu lestari dan eksis di tengah perkembangan zaman.

“Jika subak itu sampai sirna akan mengakibatkan menurunnya seni dan budaya Bali yang selama ini menjadi dambaan masyarakat internasional, yakni salah satu daya tarik wisatawan dalam menikmati liburan ke Bali,” ujar Windia.

Ia berpendapat, untuk menjaga kesinambungan subak, Pemkab/Pemkot hendaknya segera membentuk “Sedahan Agung” yang kehadirannya sejajar dengan Dinas, agar mampu mengayumi organisasi Subak.

“Sedahan agung” selama ini telah ada, namun bernaung di bawah Dinas Pendapatan, atau Dinas Pariwisata maupun Dinas Kebudayaan sesuai kondisi masing-masing kabupaten dan kota.

Kondisi tersebut menjadikan subak menghadapi berbagai kendala, tantangan dan hambatan, antara lain areal subak berubah menjadi tempat pemukiman, penghuninya membuang sampah sembarangan di arean persubakan.

Selain itu, air untuk irigasi subak di bagian hulu dimanfaatkan untuk bahan baku perusahaan air minuman dalam kemasan.

Anggota subak dengan berbagai kendala dan hambatan yang dihadapi itu, hanya bisa mengeluh dan menggerutu, tanpa ada instansi teknis yang membantu mengatasinya.

Kondisi itu akan berbeda dengan “Sedahan Agung” yang sejajar dengan dinas yang khusus memperhatikan dan menampung aspirasi anggota subak, kata Windia menjelaskan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s