Wisata Desa, Kekuatan Pariwisata Indonesia

[ republika.co.id Senin, 13 Juli 2009 pukul 20:52:00 ]  YOGYAKARTA — Mantan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar) I Gede Ardika mengatakan, kekuatan pariwisata Indonesia sebenarnya terletak pada wisata desa sehingga perlu diprioritaskan pengembangannya.

Ardika yang tampil pembicara kunci pada lokakarya peningkatan kapasitas pengelola desa wisata di DIY dan Jawa Tengah (Jateng), di Yogyakarta, Senin, mengatakan mengembangkan “resort” juga perlu, tetapi yang harus didulukan adalah mengembangkan wisata desa.”Yang paling terkait dengan pengembangan jati diri bangsa adalah pengembangan wisata desa, karena mengembangkan wisata desa atas inisiatif warga desa dan tumbuh dari bawah tanpa instruksi dari atas,” katanya.

Menurut Ardika, potensi wisata desa dapat menjadi kekuatan dan pilar pengembangan pariwisata Indonesia maupun pengembangan kepribadian dan jati diri bangsa.”Karena itu wisata desa harus dikembangkan secara lebih baik sebagai basis wisata di Indonesia dalam upaya meningkatkan kesejahteraan mayarakat di pedesaan,” katanya.

Menurut dia, salah satu provinsi di Indonesia yang mampu mengembangkan wisata desa dengan baik adalah DIY karena di daerah ini ada 33 desa yang pariwisatanya berkembang. Dalam makalahnya berjudul wisata desa, konsep dan pengembangan, ia mengatakan masalah yang dihadapi dalam pengembangan wisata desa antara lain kecenderungan urbanisasi sehingga banyak petani/nelayan mencari pekerjaaan antarwaktu di kota untuk menutupi kebutuhan hidup.

Selain itu, katanya, generasi muda yang mengecap pendidikan lebih tinggi cenderung meninggalkan desa, kebanggaan menjadi orang desa menurun, nilai-nilai luhur yang ada di pedesaan semakin luntur seperti sikap kekeluargaan, gotong royong dan kebersamaan. “Adat istiadat, tradisi dan budaya pedesaan seakan-akan kehilangan generasi penerus,” katanya.

Menurut dia, sekarang yang perlu didorong adalah keterlibatan masyarakat desa menjadi pelaku pariwisata, menjadi pemilik langsung/tak langsung usaha wisata desa, melestarikan budaya, tradisi dan lingkungan melalui penguatan organisasi sosial masyarakat desa.”Sedangkan jenis usaha pariwisata desa yang bisa dikembangkan antara lain akomodasi (pondok wisata), makanan dan minuman (restoran dan cafe), atraksi budaya dan seni meliputi kehidupan desa dan lingkungan alam,” katanya.

Masyarakat desa juga dapat menyiapkan cenderamata serta berbagai pelatihan untuk wisatawan misalnya menari, memasak, melukis, membatik dan membuat produk kerajinan,” katanya. Ketua panitia pelaksana, Joko Purwanggono mengatakan lokakarya ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai pengelolaan desa wisata kepada masyarakat.

“Materi yang diberikan mulai dari pemasaran, pengelola fasilitas, pemberian pelayanan wisatawan hingga pengemasan produk,” katanya.

Lokakarya yang diselenggarakan komunitas desa wisata DIY bekerja sama dengan Depbudpar itu dijadwalkan berlangsung dua hari hingga 14 Juli yang diikuti para pengelola desa wisata di DIY dan Jateng. Peserta lokakarya juga akan mengadakan kunjungan lapangan ke desa wisata Kemangarum, Kabupaten Sleman serta desa wisata Kebon Agung, Imogiri dan desa wisata Krebet di Bantul. ant/kpo

Satu pemikiran pada “Wisata Desa, Kekuatan Pariwisata Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s