Lumbung Desa Harus Diaktifkan “Pemdes Bisa Memanfaatkan Dana ADD”

Iman, [newspaper.pikiran-rakyat.com Sabtu, 18 Juli 2009 ]  SOREANG,  Pemerintah Kecamatan Banjaran menargetkan lumbung desa yang ada di sebelas desa di Kec. Banjaran bisa berfungsi kembali pada akhir tahun ini. Untuk mengaktifkan kembali lumbung desa, pemerintah desa (pemdes) setempat bisa memanfaatkan Alokasi Dana Desa (ADD) yang mereka terima.

“Mengingat besarnya manfaat keberadaan lumbung desa, saya meminta semua lumbung desa untuk diaktifkan kembali tahun ini,” kata Camat Banjaran Iman Irianto ketika ditemui di sela-sela pelaksanaan panen perdana Kelompok Tani Mitra Cikado di Desa Kamasan, Kec. Banjaran, Kab. Bandung, Selasa (14/7) lalu.

Secara khusus, Iman juga mengimbau warganya yang berprofesi sebagai petani agar menyisihkan dan menyimpan sebagian hasil panen musim tanam kali ini di lumbung desa tersebut. Dengan demikian, jika hasil panen di musim tanam mendatang yang bertepatan dengan musim kemarau tidak begitu menggembirakan, masyarakat tidak akan mengalami kekurangan bahan pangan.

Iman lantas mencontohkan salah satu lumbung masyarakat di daerahnya yang berhasil memainkan peran dalam pemenuhan kebutuhan benih, sekaligus menghindarkan anggotanya dari krisis pangan. Ialah Lumbung Masyarakat Gotong Royong Simpan Pinjam di RW 2 Desa Tarajusari, Kec. Banjaran, yang dirujuk Iman sebagai percontohan bagi lumbung desa lain yang diharapkannya bisa kembali beroperasi mulai tahun ini.

Tahun 1950

Maman Rahmat (76) selaku Ketua Lumbung Masyarakat Gotong Royong Simpan Pinjam tersebut mengaku tidak memberlakukan sistem yang istimewa dalam mengelola lumbung yang telah digagas pembentukannya sejak dekade 1950-an oleh sang ayah, Ibrahim Somawijaya.

“Sesuai dengan namanya, lumbung tersebut dikelola secara bergotong royong agar semua anggota bisa memperoleh keuntungan yang sama,” kata Maman saat dijumpai di kediamannya, Jumat (17/7).

Maman mengatakan, ide awal pembangunan lumbung tersebut berasal dari sekumpulan petani yang saling menceritakan kebutuhan mereka terhadap padi untuk memenuhi pangan keluarganya dan kebutuhan pupuk untuk mengelola sawah. Mereka kemudian sepakat membuat satu lumbung yang dikelola secara bersama-sama.

Berawal dari iuran Rp 2,00 serta 12,5 kg beras yang diwajibkan kepada anggotanya, kini lumbung tersebut telah memiliki aset hingga Rp 429 juta dan gabah kering giling tujuh ton. Aset yang terakhir didata pada Kamis (16/7) tersebut belum termasuk pinjaman anggota yang jumlahnya mencapai Rp 172 juta dan gabah kering giling 4,5 ton.

“Alhamdulillah, anggota kami yang kini berjumlah 261 orang tidak pernah sekali pun mengalami kekurangan pangan. Mereka bebas meminjam gabah atau uang untuk mencukupi kebutuhan mereka dalam jangka waktu tertentu,” kata Rahmat.

Setiap anggota yang meminjam gabah diharuskan mengembalikannya dalam bentuk gabah dengan kelebihan dua puluh persen dari jumlah yang dipinjam. Sementara pinjaman uang, yang nilai maksimalnya Rp 2 juta per anggota, bisa dikembalikan dalam kurun waktu sepuluh bulan dengan sistem bunga menurun.

Selain itu, anggota juga bisa meminjam benih atau pupuk yang mereka butuhkan saat akan mulai mengelola lahan pertaniannya. (A-184)***

3 pemikiran pada “Lumbung Desa Harus Diaktifkan “Pemdes Bisa Memanfaatkan Dana ADD”

  1. arifaith berkata:

    memperkuat desa dgn tiga jalan, kewenangan desa, ke kemandirian desa dan prakarsa desa
    yang di kemas dalam desa membangun dan bukan membangun desa
    makasih:

  2. suwito berkata:

    bagaimana penjabaran tentang perbup no 4 tentang pilkades masalah anggota BPD atau perangkat desa yg ingin mencalonkan diri tolong beri penjelasan atau info hrs mundur atau ijin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s