Dodi Reza Alex, Menghidupkan Pengusaha Kecil

MUHAMAD NASIR [ sinarharapan.co.id Rabu, 05 Agustus 2009 13:39 ]  PALEMBANG – Mengamati para pedagang kaki lima yang sering diusir oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), menjadi salah satu pertimbangan bagi Dodi Reza Alex untuk memberikan perhatian bagi masyarakat yang bergerak di sektor informal tersebut.

Tetapi dalam perkembangannya kini, bukan hanya pedagang kaki lima yang terbantu, mereka yang bergelut di sektor informal dan bermodal minim juga telah ”mencicipi” bantuan bergulirnya.

Bahkan, uluran tangan Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Sumatera Selatan ini juga telah merambah dunia kampus dan pondok pesantren. Sejak bergabung di Hipmi Jakarta tahun 2002 lalu, sejak tahun 2007, Dodi terpilih memimpin Hipmi Sumatera Selatan (Sumsel) menggantikan Afandi Uji.

”Kami menargetkan sedikitnya 10.000 pengusaha lemah di Sumsel bisa terbantu akses dan permodalan serta ilmu manajemen. Rasanya ini tidak mustahil, karena sejak dua tahun terakhir saja sudah 1.000 pengusaha lemah bisa terbantu, dengan besar pinjaman bervariasi antara Rp 500.000 hingga Rp 2 juta. Bahkan, ada yang mencapai Rp 5 juta dan Rp 10 juta, terutama kalau usahanya terus berkembang. Dengan bunga kecil, 0,5% per bulan atau 6% per tahun,” kata suami mantan presenter salah satu televisi swasta ini, Thia Yufada.

Bagi alumnus University of Leuven dan University De Bruxelles, Belgium ini, urusan pengembangan jiwa kewirausahaan memang tidak main-main. Oleh karena itu, programnya juga telah masuk ke kampus-kampus di Sumsel. Sedikitnya, sudah 100 unit usaha kecil dibantu permodalan dan bekal pendidikan.

”Kami mempersiapkan mahasiswa agar setelah mendapat gelar sarjana mereka juga memiliki jiwa wirausaha. Bantuan bergulir sebesar Rp 1 juta hingga Rp 2 juta juga dikucurkan. Ditargetkan, setidaknya 1.000 usaha mahasiswa bisa dibantu. Usaha mereka tidak besar-besar amat, seperti pencucian mobil, percetakan, dan menjual voucher telepon  seluler,” katanya kepada SH baru-baru ini. Perihal program kredit tanpa agunan (KTA) yang digagasnya, pihaknya menggandeng sebuah bank swasta.

Begitu pun di pondok pesantren, karena ternyata banyak usaha kecil dan koperasi di pondok pesantren yang telah tumbuh, tetapi membutuhkan bantuan dana. Hingga kini telah terjalin kerja sama dengan puluhan pondok pesantren, dan nantinya diharapkan bisa terjalin kerja sama dengan semua pondok pesantren di Sumsel. Nilai bantuan bergulir antara Rp 5 juta hingga Rp 20 juta, dan umumnya usaha berupa koperasi simpan pinjam, usaha perkebunan, maupun usaha lainnya.

Tak Perlu Agunan

”Kami memberikan akses, pendidikan manajemen, serta jaminan kepada bank. Dengan demikian para pengusaha lemah itu, baik di sektor informal, di dalam kampus, maupun di pondok pesantren tidak perlu menyiapkan agunan. Kami yang menjamin,” tambah pengurus DPP Hipmi sebagai Koordinator Wilayah Hipmi Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) ini.

Ayah dari  putri kembar bernama Aletta dan Atalie ini, memang punya komitmen tinggi dalam pengembangan jiwa kewirausahaan. Di sela berbagai jabatannya di partai politik,  organisasi massa (ormas), serta jabatan di organisasi olahraga, Dodi tetap memberikan perhatian bagi pengusaha kecil yang butuh modal.

Saat ini jabatannya ditambah lagi dengan posisi di Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Pusat sebagai Ketua Komite Tetap Kerja Sama Ekonomi Regional. Kesibukannya pun masih bertambah sebagai pengurus beberapa cabang olahraga. Misalnya di bidang sepakbola, Dodi menjadi Dirut PT Sriwijaya Optimistis Mandiri (SOM) yang memiliki Sriwijaya Football Club (SFC).

Sebelumnya, ia juga membina Klub Muba Hang Tuah yang sempat merajai Kobatama dan kini mulai menjajal Indonesia Basketball League (IBL). Namun kesibukannya sebagai Ketua Umum Provinsi Perbasi Sumsel, tetap tak mengurangi perhatian putra H Alex Noerdin yang lahir di Palembang pada 1 November 1970 ini, terhadap pengusaha lemah.

”Ke depan, sedang digagas kerja sama dengan perusahaan asuransi sehingga para pengusaha kecil juga mendapat perlindungan  dari berbagai permasalahan, dan bisa lebih konsen mengembangkan usaha,” ujar pengusaha muda yang menguasai bahasa Inggris dan Prancis ini.

Tahap awal, bantuan KTA dihimpun dengan dana pumpunan anggota Hipmi Sumsel, ditambah dana pribadi dan dukungan berbagai pihak. Jumlah pinjamannya memang tidak begitu besar, hanya Rp 500.000 per orang. Kemudian jumlahnya meningkat setelah mendapat kepercayaan dari bank swasta di Palembang.

Sisilain  Gagal Jadi Pilot

LAHIR dari keluarga mampu, Dodi Reza Alex punya cita-cita menjadi pilot. Hanya saja, cita-citanya itu harus disimpannya dalam angan. Meski demikian, dia cukup puas bisa menerbangkan pesawat jenis Cesna 172. Dia memang telah menyelesaikan pendidikan penerbang Privat Pilot Licence pada Deraya Flying School, Halim Perdanakusumah, Jakarta.

Oleh karenanya, meski tak bisa menggapai cita-cita sebagai pilot sungguhan, ia sudah menerbangkan pesawat dengan mengantongi jam terbang 2.000 jam. Pemilik hobi mendengarkan musik ini memang kerap kali di sela-sela waktu senggangnya menerbangkan berbagai jenis pesawat.

”Cukuplah, meski bukan pesawat berpenumpang ataupun pesawat tempur, yang saya kemudikan juga bisa terbang. Pilot juga kan,” kata anggota DPR periode 2009-2014 dari Partai Golkar ini berseloroh. (sir)

5 pemikiran pada “Dodi Reza Alex, Menghidupkan Pengusaha Kecil

  1. Widia berkata:

    Sy sngat tertarik dngan profil bpk dodi,jika sy ingin mendpatkan bntuan dana dlm bntuk krjsama bgaimana cara’y?sy ingin mmpunyai usaha,tp sy tdk pnya modal untk memulai’y,untk info suami sy mempunyai tanah dan ingin skali membngun kontrakan..

  2. sang pengembara berkata:

    assalamualaikum wr wb.kami sangat tertarik dan bangga dengan semangat bpk dodi alek untuk menghidupkan usaha kecil kususnya buat pesantren,begini bpk ,kami di pesantren babul ulum mariana ,mempunyai beberapa bidang tanah ,rencana untuk ditanami sawit dan perikanan.tapi karena kurangnya modal jadi terbenkelai,atas perhatianya jazaakumullohi khoiroljazaa.

  3. titik murniati berkata:

    Saya sangat tertarik sekali keinginan cita-cita pak Dodi menjadi seorang pilot tapi bukankah pak Dodi skrg sudah menjadi pilotnya kami khususnya masyarakat sumsel dan menjadi seorang putra daerah suatu kebanggaan bagi kami yang sangat kami harapkan. Dan sy juga akan mendukung pak Dodi sbgi kaum muda yang mampu membangun masa depan Indonesia secara realita baik dibidang pembangunan ekonomi, nasional & daerah asal kita di Sumsel,apalagi kuhusnya cita-cita pak Dodi mempunyai keinginan mengajak para pemodal nasional melakukan investasi di properti dan jasa di Sum-Sel. Sy dan teman teman melihat dari kaum pekerja di beberapa perusahaan masih banyak mereka belum memenuhi kehidupan layak khususnya kebutuhan papan (Rumah tinggal)yang sangat memperhatinkan bagi kaum pekerja yang sangat diperhatikan kesejahteraannya. Bagi pak Dodi yg sukses menjadi seorang pengusaha yang berhasil, kami berharap temen-temen kaum pekerja butuh bantuan dan modal terutama bagi pekerja yg sdh diberikan fasilitas rmh tinggal sementara dari perusahaan mereka sdh dapat tapi tidak memenuhi standart atau tidak layak huni lagi (Building interiornya sdh harus direnovasi) dan melihat kondisi ini agar mereka dapat bekerja demi giat lagi dan supurt yg sdh memberikan kontribusi kepada pihak menejemen diperusahaan tapi kondisi diperusahaan juga sdh memperjuangkan hanya sebatas kemampuan.Oleh karena itu pak Dodi saya dan temen-teman ingin membentuk koperasi pekerja di Sumsel agar terciptanya permodalan bagi kaum pekerja sehingga kami bisa berkembang meningkatkan taraf hidup bagi kaum pekerja yang insyaallah secara systemnya nanti dalam program kami kaum pekerja layak huni yang menjadikan sejahtera dan kami juga akan koordinaasi dgn pihak pengusaha apalagi pihak perusahaan mempunyai lahan tidur yang kita bisa olah menjadi pengembangan daerah kawasan kumuh lingkungannya menjadi tertib kawasan yang indah sehingga menjadikan aset daerah dibidang pariwisata sehingga kami bisa kembangkan bekerja sama baik dari Instansi terkait maupun dari BUMN PT.Jamsostek maupun dari perbangkan bagaimana caranyanya nanti pak Dodi apa yang kita bisa wujudkan yang menjadi program demi kesejahteraan khususnya kaum pekerja dan mudah-mudahan pak Dodi bisa menjadikan solusi dan arahan yang terbaik buat kami yg alhamdullillah kalau pak Dodi bisa memberikan apresiasi kepada kami. Terima kasih pak Dodi semoga sukses always dan mengemban tugas amanah semoga pak Dodi dan keluarga selalu dalam lindungan Allah Saw amin amin ya robal alamin.

  4. ahmad rifa afin berkata:

    kami dari dari LAZ DSIM JEJARUNG dompet duafa republika jakarta ingin bekerjasama dlm hal pemberdayaan ekonomi orng2 duafa selain di berikan modal kami juga memberikan pembinaan kerohaniaan.jika berkenan akan semakin banyak upaya2 dlm meningkatkan ekonomi orng2 duafa.
    kami sangat mendukung jika dpt berja sama dlm upaya pemulihan ekonomi orng2 duafa .
    dpt menghubungi saya di email rifaiafin27@yahoo.com/081368774946

  5. Kepada Yth : Bapak Dodi Alex

    Kami ssegenap pengurus Koperasi Syari’ah Fastabiqul Khoirot, yang berdiri pada tanggal 4 januari 2011, mengembangkan usaha dalam pinjaman kepada anggota dengan sistem gadai syari’ah. mengingat dana yang kami kelola masih relatif kecil, sehingga kurang bisa melayani para anggota maupun non anggota, yang antusias terhadap program kerja kami. maka dengan ini kami memohon bantuan kredit lunak dari bapak Dodi reza alex untuk mengembangkan program kami. perlu bapak ketahui bahwa kami berada di daerah terpencil dibagian wilayah sumatera selatan, baik kondisi maupun wilayah, kami cukup memprihatinkan. sekretariat kami :

    Koperasi Syari’ah Fastabiqul khoirot
    Desa Rengas Abang- Jalur 30- Kecamatan Air Sugihan- KAb : Ogan Komering Ilir -Sumsel 30656

    Hormat Kami
    kETUA

    NURUL hIDAYAH

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s