Mahasiswa Unej Gelar Festival Reog di Jember

[ mediaindonesia.com 15 Agustus 2009 15:30 WIB ]  JEMBER–: Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Paguyuban Seni Reog Mahasiswa (PSRM) Sardulo Anorogo Universitas Jember (Unej), menggelar Festival Reog di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu (15/8). Ketua panitia pelaksana, Fahmi Mubaroq mengatakan, Festival Reog tersebut digelar untuk memberikan sebuah wadah terhadap para pencinta kesenian Reog di Kabupaten Jember, dan meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap budaya tradisional Indonesia. “Masyarakat kurang tertarik pada kesenian Reog, padahal banyak warga asing yang ingin belajar kesenian Reog,” kata Fahmi.

Menurut dia, mahasiswa Unej ingin menunjukkan kecintaan kepada kesenian Reog yang pernah diklaim sebagai budaya negara tetangga, Malaysia. “Sebenarnya, saya prihatin ketika Malaysia mengklaim Reog sebagai kesenian mereka, namun masyarakat Indonesia sepertinya kurang peduli untuk menjaga dan mencintai kesenian Reog itu sendiri,” katanya menegaskan.

Untuk itu, kata dia, Festival Reog yang digelar di halaman parkir gedung Soetardjo Unej, diharapkan dapat menjadi perekat kebangsaan masyarakat di Indonesia, khususnya di Kabupaten Jember.

Ia menjelaskan, pelaksaan Festival Reog digelar 15-16 Agustus, yang diikuti oleh lima peserta yang akan tampil selama dua hari tersebut. “Minimnya jumlah peserta, karena Festival Reog baru digelar pertama kali di Kabupaten Jember,” katanya.

Seluruh peserta festival, kata dia, berasal dari masyarakat Jember di kawasan Jember Selatan seperti Kecamatan Ambulu dan Wuluhan. “Saya berharap, ada komunitas pencinta Reog di Jember, sehingga kesenian tradisional bangsa Indonesia itu tidak akan punah,” katanya.

Lima peserta tersebut akan memperebutkan piala Juara I, II, III serta uang pembinaan sebesar Rp500 ribu hingga Rp1 juta untuk menghargai kreativitas mereka dalam berkesenian Reog. “Selain juara tersebut, panitia akan memberikan hadiah kepada peserta dengan penampilan tari terbaik dan menabuh gamelan terbaik,” katanya.

Untuk para juri Festival Reog, kata dia, berasal dari dua orang dosen Unej dan seorang staf di Kantor Pusat Unej yang mengerti tentang kesenian Reog. “Beberapa juri itu pernah menjadi pelaku kesenian Reog dan pengamat kebudayaan Reog,” katanya. (Ant/OL-06)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s